-
Maraknya profesi konten kreator membuat permintaan iPhone meningkat, tapi juga memicu penjualan iPhone tak resmi dengan harga miring.
-
iPhone tak resmi berisiko karena IMEI bisa diblokir, garansi terbatas, dan biaya perbaikan lebih mahal.
- Beli di gerai resmi bukan cuma soal gengsi, tapi juga smart choice biar gadget premium tetap nyaman dipakai dan nilai jualnya terjaga.
Suara.com - Popularitas profesi konten kreator di Indonesia terus melejit. Banyak orang kini ingin punya perangkat mumpuni untuk mendukung kualitas konten mereka, dan iPhone jadi pilihan utama karena kamera serta ekosistemnya yang dianggap paling andal.
Namun, tren ini juga memunculkan fenomena lain: maraknya penjualan iPhone tak resmi.
Iming-iming harga lebih murah membuat sebagian calon konten kreator tergoda, tanpa memikirkan risiko jangka panjang.
iPhone tak resmi biasanya dijual lewat marketplace dengan harga miring atau lewat toko yang hanya menawarkan garansi sebatas “garansi toko”, bukan garansi resmi Apple.
Padahal, membeli iPhone tak resmi bisa membawa banyak kerugian. Mulai dari IMEI yang tidak terdaftar dan berpotensi diblokir, layanan purna jual terbatas, hingga risiko biaya perbaikan yang justru lebih mahal jika terjadi kerusakan.
Di sisi lain, iPhone resmi menawarkan ketenangan karena garansinya berlaku di seluruh jaringan service center resmi Apple, ditambah nilai jual kembali yang lebih tinggi.
“Investasi gadget itu bukan cuma soal gengsi atau fitur, tapi juga kenyamanan jangka panjang. Jangan sampai tergoda harga murah tapi akhirnya rugi besar,” kata Yusuf Ismail, Manager Area Apple Luxury.
Dengan semakin luasnya pasar dan beragamnya pilihan, konsumen diingatkan untuk lebih cermat. Membeli iPhone resmi dari gerai terpercaya tak hanya memastikan kualitas produk, tapi juga perlindungan diri dari kerugian yang tak perlu.
Baca Juga: Kamera Digital Bangkit! Ini Strategi Canon Rebut Hati Gen Z dan Konten Kreator
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik