- Depo Air Minum Biru mengedepankan konsep usaha berbasis Environment, Social, and Governance (ESG).
- Konsep ini membangun ekosistem air minum yang berkelanjutan.
- Menyediakan air minum setara AMDK namun dengan biaya hanya sepertiganya.
Suara.com - PT Biru Semesta Abadi sebagai pemberi waralaba Depo Air Minum Biru, terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mengedepankan konsep usaha berbasis Environment, Social, and Governance (ESG).
Melalui layanan isi ulang air minum higienis dengan harga terjangkau, Biru tidak hanya menyediakan akses air minum aman bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi yang ramah lingkungan dan memberdayakan sosial.
Sebab di tengah tantangan akses air minum aman di Indonesia, Biru hadir dengan pendekatan berbeda: menyediakan air minum setara standar air minum dalam kemasan (AMDK) namun dengan biaya hanya sepertiga dari AMDK, menggunakan galon guna ulang yang mengurangi limbah plastik sekali pakai secara signifikan.
"Melalui layanan isi ulang dengan galon guna ulang yang mengurangi limbah plastik, program kemitraan yang membuka peluang usaha, serta standar mutu tersertifikasi ISO dan halal, kami terus membangun ekosistem air minum yang berkelanjutan" ujar Yantje Wongso, Founder & CEO Air Minum Biru.
Teknologi Hijau untuk Akses Sehat
Air Minum Biru memanfaatkan Teknologi 100% Ozon™, yang mengacu pada standar industri air minum dalam kemasan (AMDK), di mana tidak hanya membunuh bakteri dan virus tetapi juga menambah oksigen aktif ke dalam air.
Teknologi ini memastikan kualitas air higienis, segar, dan aman untuk dikonsumsi, sehingga masyarakat bisa menikmati air sehat tanpa harus khawatir soal biaya maupun kualitas.
Karenanya Air Minum Biru bisa terus menghadirkan minum alami yang bermineral, yang bebas dari mikroorganisme patogen yaitu kuman berbahaya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Baca Juga: Permintaan AC Terus Meningkat, Bisakah Teknologi Baru Mengurangi Emisi?
Selain berkontribusi pada lingkungan, Biru juga memberikan dampak sosial melalui sistem waralaba profesional. Lebih dari 808 gerai kini telah beroperasi di berbagai kota, membuka lapangan usaha bagi ribuan mitra dan tenaga kerja.
Dengan sistem kemitraan yang teruji, Biru membangun ekosistem bisnis inklusif yang menguntungkan bagi semua pihak.
"Kami percaya masa depan industri air minum bergantung pada efisiensi, edukasi, dan keberlanjutan. Melalui program loyalti, ekspansi waralaba, dan komitmen terhadap standar ESG, Biru berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial sekaligus memperkuat model bisnis yang berkelanjutan," tambah Yantje.
Edukasi Konsumen dan Program Loyalti
Sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan, Biru terus mendorong edukasi masyarakat mengenai pentingnya air minum higienis dan konsumsi bertanggung jawab.
Program loyalti berbasis aplikasi, parade edukasi Biru Man, hingga kampanye gaya hidup sehat menjadi sarana Biru dalam mengajak konsumen ikut berperan aktif menjaga kesehatan sekaligus bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN