Suara.com - Sosok WFT, pemuda 22 tahun asal Minahasa, kini jadi sorotan usai ditangkap polisi karena disebut sebagai pemilik akun peretas legendaris Bjorka.
Rekam jejak WFT pemilik akun Bjorka pun langsung menarik perhatian publik karena sang hacker sudah aktif di dunia siber sejak 2020.
Nama Bjorka sendiri sudah lama lekat dengan sederet kasus kebocoran data besar yang bikin heboh jagat maya.
Penangkapan ini akhirnya membuka tabir siapa sosok di balik identitas misterius tersebut. Berikut ulasan lengkapnya.
Profil WFT Pemilik Akun Bjorka
WFT adalah seorang pemuda berusia 22 tahun yang berasal dari Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.
Dari luar, WFT tampak seperti pemuda biasa. Namun, dunia maya mengenalnya dengan identitas Bjorka, nama yang menghebohkan masyarakat Indonesia.
Meski dikenal sebagai pemilik akun Bjorka yang kerap membuat geger dengan klaim peretasan jutaan data, ternyata WFT bukanlah seorang ahli IT.
Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengungkapkan bahwa pemuda 22 tahun asal Minahasa ini bahkan tidak menyelesaikan pendidikannya di bangku SMK.
Dengan kata lain, kemampuan teknis yang dimilikinya tidak berasal dari jalur pendidikan formal.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemilik Hacker Bjorka? Pelaku Ditangkap di Minahasa
Sehari-hari, WFT diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun, ketertarikannya pada dunia teknologi membuat ia belajar secara otodidak melalui berbagai komunitas di media sosial.
Dari situlah ia mulai mengenal forum-forum gelap di internet hingga akhirnya berani menggunakan identitas Bjorka untuk melakukan berbagai aksi peretasan.
Menurut keterangan polisi, motif utama WFT sederhana, yaitu mencari uang. Hal ini diperkuat oleh kebiasaannya memperjualbelikan data pribadi maupun data institusi yang ia dapatkan dari dark web.
WFT menggunakan berbagai nama samaran. Selain Bjorka, ia sempat memakai identitas SkyWave, Shint Hunter, hingga Opposite6890. Pergantian nama ini bertujuan agar identitasnya sulit dilacak aparat.
Jejak Peretasan Bjorka
Aksi WFT di dunia siber bermula sekitar 2020, ketika ia mulai aktif di forum-forum gelap internet. Awalnya, ia hanya menjual database milik perusahaan swasta, terutama dari sektor perbankan dan kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan
-
6 Rekomendasi Lip Balm Korea untuk Bibir Kering, Ringan dan Glossy Tahan Lama
-
5 Moisturizer Lokal Paling Murah di Shopee, Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Bedak Viva Cosmetics yang Murah dan Tahan Lama untuk Make Up Seharian
-
5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
-
5 Bedak Padat untuk Kulit Berminyak, Hasil Makeup Natural dan Tidak Dempul
-
7 Moisturizer Animate untuk Cerahkan Wajah Kusam dan Samarkan Flek Hitam
-
35 Link Twibbon Paskah 2026 Gratis Download dan Siap Pakai
-
Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
-
Mending On Cloud atau Asics Buat Lari? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Terbaiknya