Meilanie menilai bahwa tidak sedikit institusi serupa di luar negeri yang berorientasi bisnis, sehingga standar penerimaan mahasiswa bisa sangat longgar.
Bahkan, menurutnya, ada kampus yang bersedia menerima mahasiswa dengan syarat minimal, tanpa ijazah resmi setingkat SMP, bukan karena alasan kecerdasan luar biasa, melainkan karena mengejar uang dari orang tua yang ingin melihat anaknya berstatus kuliah di luar negeri.
“Ada banyak kampus abal-abal di luar negeri. Mereka rela menerima mahasiswa tanpa ijazah lengkap, bukan karena jenius, tapi karena mengejar uang orang tua yang ingin status anaknya naik,” tulis Meilanie dalam unggahannya pada 30 September 2025.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terbuai hanya karena ada label “lulusan luar negeri.” Menurutnya, gelar akademik dari institusi luar negeri memang terdengar prestisius, tetapi tidak semuanya menjamin kualitas pendidikan yang baik.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa tudingan “abal-abal” ini lebih merupakan kritik terhadap tren sebagian institusi swasta luar negeri yang menekankan sisi komersial.
Faktanya, MDIS sendiri tetap beroperasi secara legal di Singapura dengan sertifikasi EduTrust dan ISO 9001:2015.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi