- Syifa Hadju baru saja menerima lamaran El Rumi pada 2 Oktober 2025.
- Prosesi lamaran berlangsung romantis di Lauterbrunnen, Swiss.
- Di balik kisah bahagianya, tersimpan cerita cukup misterius mengenai sosok ayah kandung Syifa Hadju.
Suara.com - Kabar bahagia datang dari Syifa Hadju dan El Rumi. Keduanya baru saja melangsungkan prosesi lamaran romantis di Lauterbrunnen, Swiss, pada 2 Oktober 2025.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Syifa Hadju membagikan kabar gembira ini sekaligus mengungkapkan isi hatinya yang dipenuhi haru dan rasa syukur.
Ia memperlihatkan momen saat El Rumi melamarnya, berlatar panorama indah pegunungan dan lembah Lauterbrunnen yang memukau.
"In a place I’ve always dreamed of, I said yes to the one who’s always felt like home. Bismillah," tulis Syifa dalam unggahan tersebut, dikutip pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Namun, di balik kisah bahagia sang pesinetron cantik tersebut, tersimpan cerita pribadi yang tak banyak diketahui publik.
Syifa Hadju sempat mengaku bahwa dirinya dulu tidak terlalu memercayai konsep pernikahan. Hal yang berkaitan erat dengan pengalaman hidupnya bersama sang ibu.
Siapa Ayah Kandung Syifa Hadju?
Syifa Hadju lahir di Jakarta pada 13 Juli 2000. Ia adalah putri dari Shendy Hadju, sosok ibu yang menjadi single parent.
Identitas ayah kandung Syifa Hadju tidak diketahui publik. Ia pun jarang membahas secara terbuka kehidupan keluarganya, termasuk mengenai sang ayah.
Baca Juga: Syifa Hadju Keturunan Mana? Dilamar El Rumi, Kisah Ayah Kandungnya Jadi Misteri
Meski begitu, dalam sebuah podcast bersama Grace Tahir, Syifa Hadju sedikit membuka kisah tentang asal-usul keluarganya.
Ia menyebut bahwa sang ibu berasal dari Gorontalo, sementara ayahnya, entah itu kandung maupun ayah sambung memiliki darah Sunda.
"Aku Indonesia. Mamaku Gorontalo, ayahku Sunda," ungkap Syifa dalam video yang diunggah di kanal YouTube @gt.bodyshot.
Dalam kesempatan itu, Syifa Hadju juga membagikan pandangannya tentang pernikahan dan mengapa ia dulu tidak terlalu memikirkan soal membangun rumah tangga.
"Sebenarnya aku itu dulu enggak kepikiran banget untuk pernikahan, karena kan sebenarnya aku itu dibesarkan, ibuku itu dulu single parent," cerita Syifa.
Fokus utama Syifa Hadju saat itu adalah membangun karier sejak muda demi masa depan dirinya, ibunya, dan sang adik.
"Jadi maksudnya, I'm not really thinking about marriage at all gitu. Aku fokus cuman kayak, 'Oh aku pengen kerja supaya I can build a future for me and for her, my sister'. Jadi ya udah aku fokus ke situ dulu," lanjutnya.
Namun, berjalannya waktu, pandangan Syifa Hadju mulai berubah. Apalagi setelah ia bertemu dengan ayah sambungnya, Andre Ariyantho.
"Sampai akhirnya, maksudnya sekarang, alhamdulillah aku juga sudah ketemu ayah aku yang sekarang, ayah tiri aku, which is aku anggap dia kayak ayah aku sendiri," tutur Syifa.
Ia mengaku jika sejak kecil ia tidak pernah merasa membutuhkan figur laki-laki dalam hidupnya, karena sudah melihat ibunya mampu menjalani semua peran itu sendirian.
"I don't know if it's trauma atau bukan, karena ibu aku itu kan sangat mendidik aku untuk jangan pernah bergantung dengan siapa pun dan she raise us, aku sama adik aku dengan dia bekerja," ungkapnya.
Baginya, sang ibu adalah panutan sekaligus bukti bahwa perempuan bisa kuat dan mandiri tanpa kehadiran pasangan.
"Jadi kayak aku enggak merasa ada need aku di situ awalnya untuk membutuhkan figur seorang laki-laki. Jadi kayak 'Oh ya udah aku kayaknya bisa deh kerja sendiri, cari duit sendiri untuk mama aku untuk adik aku'," sambungnya.
Hal ini membuatnya tidak terlalu memikirkan soal hubungan romantis ataupun pernikahan.
"Jadi pada saat itu aku enggak merasa kayak 'Oh aku butuh deh kayaknya figur laki-laki', toh selama ini mama aku bisa lho membesarkan aku sama adikku bisa banget dan alhamdulillah kita berhasil besar dengan kondisi yang baik-baik saja," jelas Syifa.
Namun, semuanya berubah setelah kehadiran ayah sambung yang membawa energi baru dalam hidupnya.
Dari situ, Syifa Hadju mulai memahami bahwa kehadiran figur ayah ternyata bisa memberi kenyamanan emosional yang berbeda.
"Cuma pas aku akhirnya ketemu sama ayah aku yang sekarang gitu, 'Oh ternyata it's nicer to have someone'," ucapnya lembut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
40 Kata-Kata Lucu Bangunin Sahur Anti-Mainstream
-
5 Rekomendasi Takjil Buka Puasa Selain Gorengan, Perut Tak Gampang Begah
-
7 Rekomendasi Susu Kurma untuk Sahur Agar Puasa Tidak Lemas
-
Jadwal Imsakiyah dan Subuh Kota Yogyakarta Hari Ini Minggu 22 Februari 2026
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
9 Rekomendasi Menu Sahur untuk Anak Kos, Hemat, Simple, tapi Tetap Sehat
-
Ciri-ciri Lipstik yang Wudhu Friendly dan Cocok Dipakai untuk Tarawih
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi di Indomaret yang Bisa Mencerahkan Badan, Harga Murah
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
-
5 Pasta Gigi Terbaik untuk Gigi Kuning, Bikin Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri