- Sepatu lari dirancang dengan bantalan khusus untuk meredam guncangan beban tubuh yang tinggi guna mencegah risiko cedera sendi.
- Penggunaan sepatu jalan untuk lari menghambat efisiensi gerak karena perbedaan fleksibilitas, berat material, serta desain tumit yang tidak sesuai.
- Sepatu lari memiliki fitur sirkulasi udara yang lebih baik untuk mencegah panas berlebih, lecet, dan infeksi pada kaki.
Suara.com - Banyak orang menganggap bahwa semua sepatu olahraga itu sama. Selama nyaman dipakai bergerak, maka bisa digunakan untuk apa saja, termasuk lari.
Namun, secara teknis, menggunakan sepatu jalan kaki (walking shoes) untuk lari adalah kesalahan besar yang bisa berdampak pada kesehatan kaki Anda.
Meskipun terlihat serupa, sepatu jalan dan sepatu lari dirancang dengan teknologi yang sangat berbeda untuk mendukung jenis gerakan yang berbeda pula.
Berikut adalah 5 alasan utama kenapa sepatu jalan kaki tidak boleh dipakai untuk lari.
1. Perbedaan Kemampuan Merendam Benturan (Cushioning)
Saat Anda berjalan, tekanan yang diterima kaki hanya sekitar 1,5 kali berat badan Anda. Namun saat berlari, tekanannya melonjak hingga 3 kali lipat berat badan.
Sepatu lari dirancang dengan bantalan (cushioning) yang jauh lebih tebal dan empuk, terutama di bagian tumit dan depan kaki, untuk menyerap guncangan besar tersebut.
Sepatu jalan kaki tidak memiliki perlindungan sehebat itu. Memakainya untuk lari akan membuat sendi dan lutut Anda menerima beban yang terlalu berat, yang berisiko menyebabkan cedera tulang kering (shin splints) atau nyeri lutut.
2. Titik Kelenturan (Flexibility) yang Berbeda
Baca Juga: 5 Sepatu On Cloud yang Diskon di Foot Locker, Potongan Harga sampai 50 Persen
Gerakan kaki saat berjalan dan lari itu berbeda. Orang yang berjalan kaki cenderung mendarat dengan tumit lalu menggulung kaki ke depan hingga ke jempol (heel-to-toe strike).
Oleh karena itu, sepatu jalan biasanya sangat lentur di bagian tengah atau lengkungan kaki (arch).
Sebaliknya, pelari cenderung mendarat di bagian tengah kaki atau kaki depan. Sepatu lari dirancang untuk lentur di bagian depan (bola kaki) agar pelari bisa melakukan tolakan (toe-off) dengan kuat.
Jika Anda memakai sepatu jalan untuk lari, kaki Anda tidak akan mendapatkan dukungan fleksibilitas yang tepat saat
melakukan gerakan eksplosif.
3. Berat Sepatu yang Jauh Berbeda
Sepatu jalan kaki sering kali dibuat dengan material yang lebih berat dan kaku demi memberikan stabilitas saat melangkah santai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
5 Pilihan Micellar Water Lokal Ukuran Besar yang Murah, Bisa Awet untuk Berbulan-bulan
-
Belajar dari Nuanu: Bagaimana Kawasan Wisata Kurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA?
-
3 Moisturizer Underrated untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Lengkap dengan Harga dan Review
-
5 Kulkas 2 Pintu Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt, Anti Jeglek!
-
10 Bentuk Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat, Pipi Chubby Dijamin Auto Tirus
-
3 Air Cooler yang Tidak Berisik, Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Gerah
-
Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman
-
5 Microwave Low Watt yang Awet: Lebih Hemat Listrik, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak
-
Sering Tertukar, Ini Perbedaan Air Cooler vs AC Portable: Mana yang Paling Dingin?