- Sosok Toni Permana pembuat paving block dari sampah mendadak menjadi sorotan publik.
- Ia sempat mengunggah video berisi curahatan hatinya karena tidak mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait.
- Setelah videonya viral, Toni Permana mendapat perhatian dari Ferry Irwandi.
Namun, sejak memutuskan beralih ke pengolahan sampah plastik, ruang kantornya berubah menjadi seperti gudang penyimpanan limbah.
"Saya dulu punya usaha bengkel las, bikin teralis, pagar, kanopi gitu. Tapi sekarang jadi gudang sampah. Saya rela. Ini dulu kantor. Kalau ada konsumen ke sini, datang nih, ada kantor," ungkap Toni.
Kini, ia pun telah memiliki mesin rakitan sendiri serta alat penyaring asap yang juga ia ciptakan sendiri untuk mendaur ulang sampah.
"Dari 2017 saya berinovasi mengubah sampah plastik menjadi paving block," ujar Toni.
"Dulu saya manual. Sekarang saya punya mesin, saya rakit sendiri. Terus saya punya penyaring asap, saya rakit sendiri, dan itu sudah lolos uji emisi," tambahnya.
Meski telah berkarya selama lebih dari delapan tahun, Toni Permana mengaku belum juga mendapatkan dukungan dari pihak berwenang.
Ia pun sempat meluapkan rasa kecewanya akan hal tersebut melalui video yang diunggahnya di Instagram dan sekarang viral.
"Ini padahal sudah menempuh uji lab, uji tekan, uji abrasi. Tapi faktanya apa? Tidak ada dukungan. Percuma," ulangnya dalam video viral tersebut.
Lebih lanjut, Toni Permana turut menyampaikan pesan menyentuh kepada masyarakat, khususnya warga Jawa Barat dan Indonesia, agar lebih peduli terhadap sampah.
Baca Juga: Ferry Irwandi: MBG Jangan Berhenti Mendadak, Perlu Dievaluasi dan Dibenahi
"Saya titip buat masyarakat Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya, mari mulai sekarang pilah sampah dari rumah. Jadikan rupiah yang berkah," kata Toni.
"Ingat, sampah itu bukan sumber masalah, tapi sumber rupiah yang berkah. Sampah tidak menjijikkan, tapi menjanjikan," sambungnya.
Dengan komitmen Ferry Irwandi, diharapkan karya-karya Toni Permana bisa mendapat perhatian lebih luas dan membawa manfaat besar.
"Kami bantu research and development-nya supaya produk-produk olahan sampah ini bisa berdayaguna dan bermanfaat untuk banyak orang," pungkas Ferry.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Terpopuler: Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans hingga Sepatu Jalan Kaki Terbaik
-
Desa Snack: Saat Cerita Desa Menjadi Kekuatan Komunitas Online
-
Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!
-
5 Salep Apotek untuk Pudarkan Keloid, Cocok untuk Bekas Luka Pascaoperasi
-
3 Lipstik Viva Mulai Rp18 Ribuan untuk Wanita Usia 40-an, Bikin Wajah Tampak Awet Muda
-
3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Membantu Mengencangkan Kulit Usia 40 Tahun ke Atas
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
-
7 Rekomendasi Sampo Non SLS di Alfamart agar Rambut Halus Berkilau
-
Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto