Lifestyle / Female
Rabu, 08 Oktober 2025 | 13:44 WIB
Chef Devina Hermawan. [Instagram]

Suara.com - Kasus dugaan penggunaan foto tanpa izin oleh Aisyahrani, adik penyanyi Syahrini, mendadak ramai jadi sorotan publik. Semua bermula dari promosi bisnis kuliner keluarga Syahrini, Pawon Bu Cetar, yang menggunakan foto siomay untuk etalase jualan online.

Warganet curiga karena foto siomay tersebut identik dengan dokumentasi milik Chef Devina Hermawan, seorang figur kuliner ternama di Indonesia.

Mulai dari komposisi makanan, pencahayaan, hingga piring saji, semuanya sama persis dengan yang pernah diunggah Devina di kanal YouTube miliknya sekitar tiga tahun lalu.

Tak tinggal diam, Chef Devina kemudian mengonfirmasi bahwa foto itu memang miliknya. Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin ataupun menjalin kerja sama dengan pihak Aisyahrani.

Klarifikasi ini ia unggah di akun Instagram pribadinya, yang langsung dibanjiri dukungan dari ribuan warganet.

Aisyahrani Ulangi Aksi Syahrini Comot Foto Chef Devina. (Instagram/devinahermawan/syh55)

Ucapan "Penjual Siomay" dari Aisyahrani

Alih-alih memberikan pernyataan resmi, Aisyahrani justru terlihat kebingungan dan emosional saat melakukan siaran langsung di TikTok. Saat warganet ramai menyinggung nama Chef Devina, ia bertanya kepada kru yang menemaninya, “Chef Devina itu siapa? Penjual siomay juga?”

Pernyataan tersebut sontak menuai kritik keras. Banyak warganet menilai Aisyahrani meremehkan profesi Chef Devina, yang jelas-jelas sudah dikenal sebagai salah satu chef sekaligus konten kreator kuliner berpengaruh di Indonesia.

Meski kasus ini memicu pro dan kontra, justru banyak publik yang akhirnya tertarik menelusuri sosok Chef Devina Hermawan lebih jauh, siapa sebenarnya chef yang disebut "penjual siomay" oleh adik Syahrini ini.

Baca Juga: Aisyahrani Beberkan Suasana Panas di Kantor usai Huru-hara Foto Chef Davina

Rekam Jejak Karir Chef Devina

Devina Hermawan lahir dan besar di Bandung. Minatnya pada dunia kuliner tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Ia belajar memasak secara otodidak, banyak bereksperimen di dapur dengan panduan buku resep maupun kanal digital.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Manajemen Bisnis. Tahun 2014, Devina mendapat kesempatan mengikuti program double degree di Jerman.

Pengalaman di luar negeri itu menjadi titik penting, karena ia sempat bekerja di sebuah restoran Italia. Dari situ, ia bukan hanya mengasah keterampilan memasak, tetapi juga memahami manajemen bisnis kuliner secara lebih profesional.

Popularitasnya mulai menanjak setelah menjadi finalis MasterChef Indonesia musim kelima. Meski tidak keluar sebagai juara, Devina berhasil mencuri perhatian publik lewat kreativitas dan karakter rendah hatinya. Dari sanalah pintu kariernya terbuka lebar.

Pasca ajang tersebut, ia membangun kanal YouTube pribadi yang kini berkembang pesat dengan jutaan pengikut. Gaya khasnya adalah menghadirkan resep dengan tips anti gagal dan teknik sederhana yang bisa diikuti pemula.

Hal itu membuatnya menjadi salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin belajar memasak lewat media digital.

Pendidikan dan Profesionalisme

Riwayat pendidikan Chef Devina sebelum memulai karir profesional di bidang kuliner cukup panjang. Berikut ringkasan jejak pendidikan Chef Devina.

  • SD Santo Yusup I Bandung (2000–2006)
  • SMP Santo Aloysius Bandung (2006–2009)
  • SMA Santo Aloysius Bandung (2009–2012)
  • S-1 Manajemen Bisnis ITB (lulus 2016)

Meski tidak pernah menempuh sekolah kuliner formal, Devina mengandalkan jam terbang dan eksplorasi pribadi. Ia juga kerap terlibat dalam proyek kuliner profesional, mulai dari private dining, kolaborasi dengan merek ternama, hingga menjadi pembicara di berbagai forum kuliner.

Pada September 2025, kiprahnya makin diakui setelah ia menerima sertifikat kompetensi Executive Chef dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa Devina memiliki kualifikasi resmi di bidang kuliner.

Di luar dunia dapur, Devina juga pernah menekuni profesi model. Ia menikah pada 2016 dan kini dikaruniai tiga anak. Kehidupan keluarganya sering ia bagikan sebagai inspirasi dalam konten masakannya.

Beberapa karyanya yang populer adalah buku resep best seller “Indonesian Fusion Foods” (2019) dan “Yummy! 76 Menu Favorit Anak” (2021). Kedua buku tersebut sudah dicetak ulang berkali-kali.

Sebagai figur publik, ia juga dipercaya menjadi duta merek untuk sejumlah brand besar, seperti Tefal, Quaker Oats, Anchor, Winn Gas, XL Axiata, GrabMart Indonesia, hingga FILMA. Ia bahkan mendirikan Lamama Asian Cafe and Bakery di Bandung, restoran yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dan pelestarian kuliner lokal.

Penghargaan yang pernah ia terima antara lain “10 Wanita Panutan” (2017) dan “The Most Creative Content to Indonesia Culinary Industry”.

Kini, Chef Devina memiliki lebih dari 8 juta pengikut lintas platform digital. Ia konsisten mengedukasi publik bahwa memasak bukan hanya soal teknik, melainkan bentuk ekspresi diri dan kasih sayang.

Demikian itu rekam jejak karir Chef Devina yang sempat dikira penjual siomay oleh adik Syahrini. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More