Dalam enam pertandingan resmi Kualifikasi Piala Dunia 2026, skuad Garuda di bawah asuhannya mencatat dua kemenangan dan empat kekalahan, dengan total lima gol dicetak dan lima belas kebobolan. Salah satu kemenangan paling berkesan diraih saat menghadapi Lebanon, di mana strategi pressing tinggi Kluivert berhasil membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Sayangnya, performa apik itu belum cukup membawa Indonesia lolos ke putaran berikutnya setelah kekalahan tipis 0–1 dari Irak pada pertandingan terakhir. Kluivert mengakui kekecewaannya, tetapi tetap memuji semangat dan peningkatan permainan anak asuhnya.
“Kami sudah berkembang pesat sebagai tim. Kadang hasil tidak mencerminkan perjuangan yang ada di lapangan, tetapi saya bangga dengan mental mereka,” ujarnya dalam konferensi pers pascalaga.
Kendati gagal memenuhi target utama, banyak pengamat menilai bahwa fondasi yang dibangun Kluivert berpotensi memperkuat struktur permainan Indonesia di masa depan. Ia membawa metode latihan modern, memperkenalkan analisis data pertandingan secara rutin, dan meningkatkan kedisiplinan pemain di luar lapangan.
Soal masa depannya, Kluivert menyebut masih akan melakukan evaluasi bersama PSSI. Ia mengatakan ingin fokus terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi tim sebelum berbicara mengenai kontrak baru atau keputusan karier berikutnya.
“Saya belum tahu apa langkah berikutnya. Saat ini saya hanya ingin memberikan waktu untuk meninjau apa yang sudah kami capai,” tutur Kluivert saat ditanya mengenai masa depannya di Timnas Indonesia.
Jika pun nantinya ia tidak melanjutkan kerja sama dengan PSSI, kiprahnya selama hampir satu tahun dianggap telah membawa warna baru bagi sepak bola Tanah Air. Pendekatannya yang tegas namun komunikatif menjadi inspirasi bagi banyak pelatih muda lokal.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Baca Juga: Ole Romeny Sakit Tapi Tak Berdarah Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
Berita Terkait
-
Berapa Ranking FIFA Timnas Indonesia usai Gagal Tembus Piala Dunia 2026?
-
Calvin Verdonk Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Ini Sangat Menyakitkan
-
Ole Romeny Sakit Tapi Tak Berdarah Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Dulu Arya Sinulingga Sebut Patrick Kluivert Pelatih Terbaik, Kini Bapuk Malah Berserah ke Tuhan
-
Justin Hubner Tak Dimainkan Saat Timnas Lawan Irak, Jennifer Coppen Dianggap Jadi Penyebabnya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
3 HP Android dengan Fitur Dynamic Island ala iPhone, Mulai Rp2 Jutaan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai hingga Daging Ayam Turun, Daging Sapi dan Minyak Kemasan Melonjak
-
Sindiran Menohok Lionel Messi untuk Haters: Ada yang Sedih Argentina ke Final Piala Dunia 2026
-
Sopir Main HP, Truk Molen Terjepit di Jembatan Matraman Sampai Ban Harus Dikempiskan
-
Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter
-
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"