-
Koleksi athleisure terbaru menekankan kenyamanan, fleksibilitas, dan gaya, cocok digunakan baik saat bergerak maupun aktivitas luar rumah.
-
Koleksi ini hadir dengan semangat body neutrality, mendorong perempuan menerima tubuhnya, fokus pada kekuatan, dan menumbuhkan self-appreciation.
-
Selain fashion, inisiatif ini terhubung dengan komunitas yang mendukung kesehatan mental, pemberdayaan perempuan, dan diskusi seputar penerimaan diri.
Suara.com - Koleksi athleisure kini dirancang agar fleksibel, mengikuti bentuk tubuh, sekaligus tetap stylish untuk dikenakan di luar gym. Pendekatan ini menekankan pentingnya kenyamanan, fungsi, dan ekspresi diri melalui fashion yang inklusif bagi berbagai bentuk tubuh.
Ryse and Shyne, athleisure lokal premium, resmi meluncurkan koleksi perdananya. Didesain dengan bahan berkualitas tinggi yang lembut, elastisitas empat arah, dan cutting presisi yang menyesuaikan dengan bentuk tubuh saat beraktivitas, Ryse and Syne menghadirkan kenyamanan layaknya second skin, sekaligus inklusif untuk berbagai ukuran.
Desain koleksi dirancang dengan gaya casual-elegant, yang tidak hanya membuatnya sangat nyaman ketika digunakan saat bergerak, tetapi juga stylish untuk dikenakan saat aktivitas di luar.
Palet warna koleksi perdana ini hadir dalam hitam, cokelat, dan biru yang timeless, serta limited edition untuk pink yang playful. Koleksi perdana ini hadir dengan semangat merayakan body neutrality.
“Sejak awal, Ryse and Shyne dirancang bukan hanya sebagai athleisure, tetapi juga sebagai ruang aman bagi perempuan untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri," jelas Felicia Kawilarang, Founder & CEO Ryse and Shyne.
Lewat Ryse and Shyne, Felicia ingin setiap perempuan bebas berekspresi, lepas dari stigma yang melekat, dan mencintai diri dengan segala kekuatan serta kelembutannya.
"Sama halnya dengan body neutrality, yang mengajarkan kita untuk menerima tubuh dengan kasih sayang, sambil tetap menghargai apa yang mampu dilakukan tubuh kita, bukan hanya bagaimana penampilannya,” katanya.
Ryse and Shyne berawal dari komunitas yang ditujukan untuk mendukung kesehatan mental dan pemberdayaan perempuan.
Terdapat lebih dari 2.000 Risers (anggota komunitas Ryse and Shyne) yang tergabung lewat komunitas yang dibentuk pada bulan Mei 2025.
Baca Juga: Auto Ganteng Maksimal! 3 Ide Outfit Keren ala Mas Bree yang Bisa Kamu Tiru
Ryse and Shyne bersama para anggotanya aktif berbagi cerita dengan berbagai topik, seperti negative self talk, mental wellness, penerimaan diri, hingga body positivity dan neutrality.
Seluruh koleksi activewear Ryse and Shyne dirancang dengan penuh makna. Proses pengembangan koleksi ini memakan waktu satu tahun, perjalanan cukup panjang untuk memastikan bahan yang dipilih, teknik jahitan, hingga detail presisi di setiap desain item hadir dengan kualitas terbaik.
Keseluruhan proses tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung gerak perempuan, tetapi juga memberi kekuatan agar dapat memulai, bangkit, menemukan, dan mencintai dirinya sendiri.
Koleksi yang Merayakan Body Neutrality
Dalam kaitan konsep body neutrality, setiap perempuan setidaknya pernah merasa kurang percaya diri atas penampilannya.
Ada yang cenderung menyalahkan diri sendiri sehingga terpuruk atau sebaliknya, justru menerima dan mencintai diri sendiri namun secara berlebihan, sehingga mengarah kepada toxic positivity.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban