Pernyataan yang menyertai visual itu dinilai merendahkan hubungan spiritual tersebut menjadi seolah-olah transaksional.
"Ketemu kiai nya masih ngesot dan cium tangan. Dan ternyata yang ngesot itulah yang ngasih amplop. Netizen curiga bahwa bisa jadi inilah kenapa sebagian kiai makin kaya raya. Padahal kan harusnya kalau kaya raya mah umatnya yang dikasih duit enggak sih?" bunyi penggalan voice over tayangan "Xpose Uncensored" Trans7.
Akibat insiden ini, Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf resmi atas kelalaian dalam penayangan tersebut.
Namun di media sosial, muncul dua kubu yakni menyalahkan narator karena dinilai membawakan narasi dengan nada dan yang membela dengan argumen bahwa narator hanya menjalankan tugas dan membacakan skrip yang sudah tersedia dari penulis naskah.
"Ini pengisi suara (voice over) dalam acara Xpose Uncensored yang terlihat sekali nada mengejek dan melecehkannya," kritik salah satu netizen.
"Lah dia cuma kerja kocak... Itu dr dulu emg acara tv nya pembawaannya kaya gitu, dimana-mana voice over emg gitu nadanya disesuaikan sm konteks berita atau script yg dikasih ke dia. Kok malah nyerang voice overnya? Serang penulis scriptnya lah yg bikin brita," ungkap pembelaan dari netizen lain.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual