1. Aroma berubah, bau susu menjadi asam, tengik, atau mirip fermentasi.
2. Ada rasa masam, timbul karena produksi asam laktat oleh bakteri.
3. Tekstur menggumpal atau berlendir.
4. Warna kekuningan dan tidak segar lagi.
Berbeda dengan yoghurt yang memang dibuat melalui proses fermentasi bakteri baik seperti Lactobacillus bulgaricus, susu basi justru mengandung bakteri jahat yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
Mengonsumsi susu basi, terutama dalam jumlah cukup banyak, bisa memicu berbagai gejala keracunan seperti:
- Mual dan muntah
- Sakit perut atau kram
- Diare
- Pusing dan lemas
Gejala ini biasanya muncul beberapa jam hingga satu hari setelah susu diminum. Pada kasus ringan, gejala bisa hilang dalam 1–2 hari.
Namun jika gejalanya semakin berat misalnya muntah terus-menerus atau diare lebih dari lima kali sehari segera periksa ke dokter untuk mencegah dehidrasi.
Pertolongan Pertama dan Pencegahan
Jika Anda atau anak Anda tidak sengaja meminum susu basi, lakukan langkah-langkah berikut sebagai pertolongan pertama:
Baca Juga: Bulan Madu Maut di Glamping Ilegal, Lakeside Alahan Panjang Ternyata Tak Kantongi Izin
- Hindari makan apa pun dulu sampai perut terasa lebih nyaman.
- Perbanyak minum air putih atau air kelapa untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
- Konsumsi makanan ringan dan mudah dicerna seperti bubur, biskuit, atau pisang.
- Hindari sementara waktu produk susu, kopi, alkohol, dan makanan pedas.
- Istirahat yang cukup agar tubuh cepat pulih.
Untuk mencegah susu cepat basi, perhatikan cara penyimpanannya. Simpan susu di kulkas bersuhu 3–4 derajat Celcius dan hindari meletakkannya di rak pintu kulkas karena suhu di area itu tidak stabil. Setelah kemasan dibuka, sebaiknya habiskan dalam waktu 2–3 hari.
Selain itu, jangan hanya bergantung pada tanggal kedaluwarsa. Lakukan pemeriksaan sederhana dengan mencium aroma susu dan melihat warnanya. Jika baunya asam atau tampak menggumpal, sebaiknya jangan diminum meskipun tanggal kedaluwarsa belum lewat.
Waspadai Distribusi Susu pada Program Sosial
Kasus di Tasikmalaya menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan penyelenggara program bantuan pangan seperti MBG agar lebih ketat dalam mengawasi penyimpanan dan distribusi susu kemasan, terutama di daerah dengan suhu panas dan akses penyimpanan terbatas.
Pasalnya, susu UHT yang tampak baik di luar belum tentu aman diminum bila rantai distribusi dinginnya terganggu.
Pemeriksaan rutin terhadap stok produk dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali susu basi perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Demikian itu ciri-ciri susu basi. Kasus belasan balita di Tasikmalaya yang diduga keracunan akibat program MBG dapat menjadi pengingat bahwa keamanan pangan bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga berkaitan dengan ketelitian, memeriksa dan menyimpannya dengan benar sebelum dikonsumsi, terutama bagi anak-anak yang sistem pencernaannya masih rentan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim