- Luhut menegaskan bahwa tidak ada permintaan dari pihak mana pun agar pembiayaannya menggunakan APBN.
- Luhut juga membenarkan bahwa dirinya memang ikut mengurus kesepakatan utang dengan pihak CDB.
- Di tengah ramainya perbincangan tersebut, publik juga kembali menyoroti harta kekayaan Luhut yang terbilang fantastis.
Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, ikut menanggapi polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
Luhut mengaku heran dengan isu yang berkembang mengenai pelunasan utang proyek senilai Rp119,35 triliun tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak ada permintaan dari pihak mana pun agar pembiayaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Luhut juga membenarkan bahwa dirinya memang ikut mengurus kesepakatan utang dengan pihak China Development Bank (CDB).
Ia bahkan turut melobi sejumlah perubahan terkait skema pembiayaan dan suku bunga pinjaman kepada pihak CDB.
"Karena saya nerima sudah busuk itu barang. Kemudian, kita coba perbaiki. Kita audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), kemudian kita berunding dan China mau melakukan (restrukturisasi utang Whoosh)," ucap Luhut.
Pernyataan Luhut itu pun viral dan menimbulkan berbagai respons dari publik, terutama di platform media sosial X atau Twitter.
Di tengah ramainya perbincangan tersebut, publik juga kembali menyoroti harta kekayaan Luhut yang terbilang fantastis. Berikut adalah ulasan selengkapnya.
Harta Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
Baca Juga: Luhut Buka Suara Soal Lobi-lobi China Soal Utang Kereta Cepat: Saya Terima Sudah Busuk!
Luhut Binsar Pandjaitan tercatat terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024, saat menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden.
Kala itu, mantan Menko Kemaritiman dan Investasi tersebut melaporkan total kekayaan sebesar Rp1.509.133.860.993 atau sekitar Rp1,5 triliun.
Luhut memiliki 24 aset tanah dan bangunan dengan nilai total Rp287.338.051.090 yang diperoleh melalui hasil usaha sendiri maupun hibah tanpa akta.
Aset-aset tersebut tersebar di berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta Timur, Badung, Jakarta Selatan, Malang, Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Depok.
Selain itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ini juga memiliki 7 unit kendaraan dan mesin senilai Rp6.253.097.000. Berikut rincian kendaraannya.
1. Mobil Isuzu Panther LM 25 Tahun 2006, Hasil Sendiri Rp60.000.000
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
6 Sepatu Lari Asics Diskon Besar di Planet Sports, Harga Mulai Ratusan Ribu
-
Dulu Takut Asuransi, Kini Akhmad Fadli Justru Mencari Perlindungan untuk Masa Depan Anak
-
Promo Indomaret Hemat Minggu Ini 5-11 Maret 2026, Banyak Diskon Minyak Goreng
-
Jejak Asri Jadi Ruang Berbagi Inspirasi Lingkungan, Dari Kebiasaan Kecil Hingga Aksi Nyata
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 5 Maret 2026, Kamu Termasuk?
-
BHR 2026 Ojol dan Kurir Kapan Cair? Cek Jadwal Beserta Nominalnya
-
Sekarang Puasa Ramadan Hari Ke Berapa? Bersiap Sambut Kemenangan Lebaran Sebentar Lagi!
-
Update Harga BBM Hari Ini, Ada Kenaikan Imbas Perang AS-Iran?
-
Terpopuler: Golongan Pekerja yang Berhak Dapat THR, Syarat BHR untuk Ojol
-
Kapan Musim Hujan 2026 Berakhir? Simak Prakiraan Cuaca BMKG