2. Transplantasi dari Orang Hidup
Donor organ dari orang hidup hukumnya boleh dengan syarat ketat. Ulama besar seperti Syekh Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi menegaskan bahwa donor diperbolehkan jika:
- Tidak membahayakan nyawa pendonor.
- Tidak menimbulkan gangguan berat pada kehidupannya.
- Dilakukan dengan kerelaan penuh tanpa paksaan.
Dasarnya adalah kaidah fiqih bahwa manusia diberi hak menggunakan tubuhnya dalam batas yang diizinkan Allah. Jika penggunaan itu bertujuan untuk membantu orang lain dan tidak mengancam keselamatan diri, maka dibolehkan.
Namun, bila proses donor diyakini dapat menyebabkan kematian atau kerusakan permanen, hukumnya menjadi haram. Sebab, kehidupan manusia adalah hak Allah, bukan hak individu yang bisa dikorbankan seenaknya.
3. Transplantasi dari Orang yang Telah Meninggal
Tentang donor dari mayat, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Sebagian melarangnya karena menganggap tindakan mengambil organ dari mayat termasuk bentuk pelecehan terhadap kehormatan manusia yang telah wafat.
Namun, ulama lain seperti Syekh Al-Buthi dan para ahli fiqih kontemporer membolehkannya dengan syarat:
- Ada kebutuhan mendesak atau darurat medis.
- Tidak ada alternatif lain yang efektif.
- Telah ada izin dari ahli waris si mayat.
Syekh Al-Buthi menjelaskan bahwa kehormatan tubuh manusia setelah meninggal berpindah kepada ahli warisnya. Maka, jika keluarga mengizinkan dengan niat membantu sesama, transplantasi diperbolehkan selama organ tersebut tidak dijadikan komoditas perdagangan.
Hal ini juga sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2019 tentang Transplantasi Organ dari Pendonor Mati yang menegaskan bahwa organ tidak boleh dijual atau dijadikan objek komersial.
Baca Juga: Menebar Cahaya dari Kalam Ilahi: Komunitas Sahabat Al-Qur'an Tumbuh Bersama Ayat dan Amal
4. Transplantasi dari Hewan ke Manusia
Transplantasi dari spesies lain, seperti hewan, juga menjadi perbincangan. Dalam Muktamar NU ke-29 di Cipasung (1994), para ulama menyimpulkan bahwa penggunaan organ hewan najis seperti babi tidak diperbolehkan, kecuali dalam kondisi darurat ketika tidak ada alternatif lain yang suci dan efektif.
Jika hewan yang digunakan adalah hewan suci, seperti sapi atau kambing, maka transplantasi dibolehkan selama tujuannya adalah pengobatan dan tidak untuk hal-hal kosmetik atau sekadar estetika.
Dengan demikian, donor organ hanya boleh dilakukan secara sukarela, bukan untuk keuntungan finansial.
Itulah ulasan mengenai hukum donor organ tubuh menurut Islam. Islam menempatkan manusia pada kedudukan yang sangat mulia.
Donor organ yang memenuhi ketentuan tersebut termasuk perbuatan mulia, karena mengandung semangat ta’awun ‘ala al-birr wa at-taqwa (tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan).
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ma’idah: 32,
“Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.”
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim