-
Tahun ini, 50% partisipan Indonesia’s Best Corporate Sustainability Initiatives 2025 mengusung program CSR bergenre Cause Promotion dan Social Marketing yang fokus pada perubahan perilaku masyarakat.
-
Majalah MIX MarComm menilai kampanye dengan engagement index tertinggi sebagai bentuk nyata efektivitas gerakan perubahan sosial.
-
Pergeseran tren ini menandai babak baru CSR: dari sekadar bantuan finansial menuju upaya membentuk perilaku dan pola pikir yang lebih berkelanjutan.
“Prinsip fairness dijaga ketat. Juri yang memiliki konflik kepentingan dengan program tertentu tidak diperkenankan memberi penilaian,” tegas Lis.
Dari Perusahaan ke Perubahan Sosial
Dalam pelaksanaannya, MIX MarComm melibatkan empat juri independen yang merupakan pakar di bidang keberlanjutan dan sosial, antara lain Sonny S. Sukada, Restu Pratiwi, Dr. Muhrina Anggun Sari Hasibuan, dan Dr. A. Edhy Aruman.
Selain penilaian profesional, penghargaan juga melibatkan polling Journalist Voice, yaitu pemungutan suara dari jurnalis untuk menilai perusahaan paling peduli pada isu lingkungan, sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Untuk menilai kampanye perubahan perilaku paling engaging, MIX MarComm bekerja sama dengan Ivosights melalui analisis digital listening menggunakan Ripple10 Tools.
Ajang ini tidak hanya menjadi wadah penghargaan, tapi juga cermin dari arah baru dunia CSR Indonesia.
“Trennya jelas: CSR bukan lagi kegiatan filantropi satu arah, melainkan investasi sosial jangka panjang yang menumbuhkan kesadaran dan perilaku baru,” ujar Lis.
Dengan paradigma baru ini, perusahaan di Indonesia tak lagi hanya dikenal karena seberapa besar mereka memberi, tapi seberapa besar mereka menginspirasi perubahan.
Baca Juga: Prabowo Minta Bos Danantara Rampingkan Perusahaan BUMN Hanya Jadi 200
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?