-
Profesi live host kini menjadi salah satu karier digital paling diminati dan menempati posisi teratas sebagai pekerjaan yang paling dibutuhkan di Indonesia.
-
Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat anak muda dan puluhan ribu lowongan pekerjaan yang dibuka pada tahun 2025.
- Efektivitas LIVE streaming terbukti mampu mendongkrak nilai transaksi penjual hingga 30 kali lipat, menjadikan live host sebagai motor penggerak utama dalam meningkatkan penjualan UMKM dan pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Suara.com - Lanskap karier di Indonesia mengalami pergeseran signifikan seiring pesatnya perkembangan live commerce. Profesi Host Live Streaming kini tak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjelma menjadi salah satu karier digital paling diminati dan menjanjikan di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi pekerjaan yang paling dibutuhkan di pasar kerja nasional.
Berdasarkan data riset dari TikTok Shop by Tokopedia, terlihat bahwa aspirasi karier anak muda Indonesia didominasi oleh kewirausahaan, kreator konten, dan, secara spesifik, profesi live host (38,1%) di antara mereka yang telah aktif sebagai host.
Tingginya minat ini sejalan dengan data kanal rekrutmen nasional, di mana permintaan terhadap profesi live host menempati posisi teratas.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2025 saja, tercatat 10.190 lowongan pekerjaan untuk posisi host live streaming dari total lebih dari 786 ribu lowongan yang dibuka.
Stephanie Susilo, Senior Director of E-Commerce Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menegaskan bahwa tren ini menunjukkan potensi besar.
Dan karena belakangan permintaan terhadap profesi ini kian menunjukkan tren yang sangat tinggi di Indonesia, tak heran jika profesi ini dapat berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Mencetak Talenta Profesional Melalui Program Terstruktur
Untuk menjawab permintaan pasar yang tinggi, TikTok Shop by Tokopedia meluncurkan berbagai inisiatif strategis guna mengembangkan talenta digital yang berdaya saing tinggi.
Program unggulan, WaktunyaSTARt!, dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat dari berbagai latar belakang agar memperoleh keterampilan live hosting secara profesional melalui pelatihan terstruktur, praktik langsung, dan pendampingan intensif.
Baca Juga: Lulus PPG Dapat Gelar Apa? Pendaftaran Periode 4 Tahun 2025 Resmi Dibuka
Selain itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan juga diperkuat melalui program certified live host, di mana ratusan mahasiswa di berbagai universitas ternama telah dilatih dan disertifikasi sebagai live host profesional.
Tidak hanya di kampus, pengembangan ekosistem kreator digital juga dilakukan melalui sinergi dengan berbagai kementerian, termasuk program Creators Lab bersama Kementerian Pariwisata RI, Emak-Emak Melek Teknologi (Emak-Emak Matic) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, serta program Juragan UMKM bersama Kementerian Koperasi dan UMKM RI.
Seluruh inisiatif ini bertujuan untuk melatih ribuan individu—mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM—untuk profesional dalam memanfaatkan konten video pendek dan live streaming.
Dampak Nyata Profesi Live Host terhadap Bisnis
Peningkatan dramatis dalam permintaan profesi ini didorong oleh efektivitas live shopping dalam mendongkrak penjualan.
Stephanie Susilo mengungkapkan bahwa kenaikan nilai transaksi sejumlah penjual di TikTok Shop berkat live streaming yang dibuat oleh host maupun affiliate mencapai 30 kali lipat.
Contoh nyatanya terlihat dari pelaku usaha seperti LY Fashion (milik Liza Aditya) yang kini mengandalkan enam host untuk melakukan live setiap hari selama 12 jam. Berkat strategi ini, TikTok Shop berkontribusi hingga 90% terhadap penjualan mereka.
Dampak positif juga dirasakan oleh affiliate content creator seperti Leo Giovanni, yang rutin melakukan live streaming selama 8–10 jam setiap hari untuk berbagi konten edukatif. Melalui profesinya sebagai kreator sekaligus live host, ia telah membantu ribuan orang untuk meraih penghasilan dari konten.
Dengan komitmen yang kuat dari platform dan tingginya minat masyarakat, profesi live host diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan e-commerce dan ekonomi digital Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun