-
Transformasi digital mengubah cara masyarakat memandang keamanan dan kenyamanan saat parkir.
-
Teknologi seperti sistem tanpa tiket dan pembayaran nirsentuh menghadirkan pengalaman parkir yang lebih efisien dan minim risiko.
-
Inovasi ini menjadi langkah nyata menuju ekosistem mobilitas cerdas yang mengutamakan keamanan, kepraktisan, dan transparansi bagi pengguna.
Suara.com - Di tengah mobilitas perkotaan yang semakin padat dan kebutuhan efisiensi yang kian tinggi, keamanan dalam sistem parkir menjadi salah satu aspek penting yang sering luput dari perhatian. Tak hanya soal tempat memarkir kendaraan, tetapi juga soal kepercayaan, transparansi, dan kemudahan dalam setiap transaksi.
Di era digital saat ini, inovasi bukan lagi sekadar fitur tambahan — melainkan fondasi utama untuk membangun sistem parkir yang aman, efisien, dan berintegritas.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) meluncurkan Secure Park dan sistem inovatif eNOS (Epsilon No Scan No Tap) sebagai bagian dari upayanya membangun ekosistem smart mobility yang berkelanjutan dan terpercaya.
Sejak berdiri pada tahun 1992, Secure Parking konsisten menghadirkan layanan parkir modern yang aman dan profesional. Melalui inovasi berkelanjutan seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS, dan Secure Park, perusahaan ini terus memperkuat posisinya sebagai pionir dalam menghadirkan pengalaman parkir berbasis teknologi dengan standar keamanan dan integritas tinggi.
Dalam kesempatan peluncurannya, Secure Parking memperkenalkan fitur terbaru dari sistem Epsilon, yaitu eNOS (Epsilon No Scan No Tap). Sistem ini beroperasi melalui Epsilon Apps, memastikan efisiensi, transparansi, serta pengalaman pengguna yang lebih mulus.
Dengan teknologi License Plate Recognition (LPR) berbasis kecerdasan buatan (AI), pengguna tak lagi perlu membuka kaca mobil untuk mengambil tiket atau men-tap kartu. Cukup buka aplikasi Epsilon di smartphone, dan palang otomatis akan terbuka.
“Kalau dulu kita harus membuka kaca mobil untuk ambil tiket, sekarang cukup buka Epsilon Apps — lebih simpel dan praktis,” jelas tim Secure Parking dalam presentasinya.
Tak hanya soal kenyamanan, eNOS juga memperkuat keamanan transaksi dengan sistem pembayaran cashless yang terintegrasi langsung ke berbagai issuer tanpa pihak ketiga — artinya, tanpa biaya MDR.
Pengguna bisa melakukan pembayaran melalui berbagai metode seperti Flash, E-Money, Brizzi, Tap Cash, GoPay, DANA, ShopeePay, dan Primo.
Baca Juga: Penting Buat Peserta Jakarta Running Festival 2025! Ini 9 Titik Parkir di Sekitar GBK yang Disiapkan
Sistem ini kini telah diterapkan di sejumlah lokasi strategis, termasuk kantor pusat Secure Parking, Peak Avenue, Plaza Indonesia, dan tentunya di Secure Park PIK 2.
Menurut Rustam Rachmat, Managing Director Secure Parking, inovasi ini adalah bentuk nyata dari komitmen perusahaan dalam menyatukan teknologi dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab.
“Selama lebih dari tiga dekade, kami belajar bahwa kepercayaan publik dibangun bukan hanya lewat sistem, tapi dari bagaimana manusia menjalankannya. Melalui Epsilon dan eNOS, kami ingin menghadirkan kemudahan tanpa kehilangan kejujuran dan tanggung jawab di baliknya,” ujarnya.
Langkah Secure Parking ini menandai babak baru dalam dunia parkir nasional — menghadirkan layanan yang bukan hanya efisien dan modern, tapi juga mengedepankan aspek keamanan dan integritas.
Dan kini masyarakat dapat menikmati pengalaman parkir tanpa tiket dan tanpa sentuhan hanya dengan mengunduh Epsilon Apps di gadget-nya masing-masing.
(Clarencia Gita Jelita Nazara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif