- Pandji Pragiwaksono buka suara usai materi stand up-nya pada 2013 silam kembali ramai diperbincangkan dan dianggap menyinggung adat serta tradisi Toraja.
- Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf, terutama bagi masyarakat Toraja.
- Ia merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya buka suara usai materi stand up-nya pada 2013 silam kembali ramai diperbincangkan dan dianggap menyinggung adat serta tradisi Toraja.
Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf, terutama bagi masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai akibat materi komedinya beberapa tahun silam.
"Saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," tulis Pandji di unggahan Instagram-nya, dikutip Selasa, 4 November 2025.
Ia pun siap menjalani proses hukum, di mana yang sedang berjalan ada dua, yaitu proses hukum negara karena ada laporan ke polisi, serta proses hukum adat.
"Saat ini ada dua proses hukum yang berjalan. Proses hukum negara karena adanya laporan ke polisi dan proses hukum adat," terang Pandji.
Terlepas dari permasalahan ini, rupanya banyak yang penasaran dengan latar belakang pendidikan sang komika. Banyak pertanyaan mengenai Pandji Pragiwaksono lulusan apa.
Pandji Pragiwaksono Lulusan Apa?
Komika bernama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo ini lahir di Singapura pada 18 Juni 1979, artinya kini usianya genap 46 tahun.
Dikenal sebagai salah satu komika yang kritis, Pandji Pragiwaksono merupakan lulusan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Desain Produk Industri.
Sebelum berkuliah, suami Gamila Arief ini menempuh pendidikan di SD Triguna, SMP Negeri 29 Jakarta, dan SMA Kolese Gonzaga, Jakarta.
Baca Juga: Selain Minta Maaf, Pandji Pragiwaksono Siap Jalani Proses Hukum Adat di Toraja
Selain sebagai komika, bapak satu anak ini dikenal sebagai YouTuber, penyiar radio, presenter televisi, penyanyi rap, penulis buku, aktor, dan sekaligus sutradara.
Kariernya di dunia hiburan bermula saat ia menjadi penyiar radio di Hard Rock FM Bandung dan kemudian pindah ke Hard Rock Jakarta.
Ia lantas memperoleh kesempatan lebih besar dan dapat melebarkan sayap di dunia hiburan setelah didapuk membawakan acara Kena Deh dan melanjutkan ke berbagai program lainnya.
Tak berhenti di situ, Pandji Pragiwaksono kemudian melebarkan sayap ke dunia tarik suara. Ia debut sebagai rapper dan merilis beberapa album.
Dunia layar lebar pun turut dicicipinya. Pandji Pragiwaksono sempat menjadi pemain dan juga sutradara dalam beberapa film layar lebar.
Karier komedinya baru dimulai sekitar 2011. Ketika itu, ia tampil di Teater Usmar Ismail, Bhinneka Tunggal Tawa. Ia pun menjadi pencetus ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI).
Berita Terkait
-
Selain Minta Maaf, Pandji Pragiwaksono Siap Jalani Proses Hukum Adat di Toraja
-
Dianggap Hina Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Minta Maaf atas Materi Stand Up 12 Tahun Lalu
-
Ini Isi Candaan Pandji Pragiwaksono yang Dianggap Hina Adat Toraja
-
Pandji Pragiwaksono Dipolisikan dan Terancam Kena Sanksi Adat Imbas Hina Toraja
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan