Suara.com - Kabar bahwa Deddy Mahendra Desta atau Desta akan memerankan Dono dalam film Warkop DKI Reborn terbaru menuai reaksi beragam di media sosial.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Indro Warkop melalui kanal YouTube VINDES pada 3 November 2025. Dalam film ini, Desta akan beradu akting dengan Vino G. Bastian sebagai Kasino dan Tora Sudiro sebagai Indro.
Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul pula perdebatan di dunia maya. Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan berasal dari akun X (Twitter) bernama @koootoshidayo, yang menuliskan, “Perasaan Dono yang gua tau itu penentang rezim deh, kok malah diperanin sama penyepong rezim.”
Unggahan itu merespons cuitan akun @IndoPopBase yang mengumumkan keterlibatan Desta sebagai pemeran Dono.
Komentar tersebut memperlihatkan bahwa publik bukan hanya menyoroti kemampuan akting Desta, tetapi juga mencoba membandingkan latar karakter dan pandangan sosial antara Desta dan sosok asli Dono Warkop DKI.
Menariknya, di luar perdebatan politik atau persepsi publik, terdapat satu hal yang membuat perbandingan keduanya layak dibahas yakni latar pendidikan.
Dono dan Desta sama-sama dikenal cerdas, humoris, dan berwawasan luas, tetapi keduanya menapaki jalur pendidikan yang sangat berbeda.
Berikut beda latar pendidikan Desta dan Dono Warkop DKI.
Pendidikan Desta
Baca Juga: Kedekatan Andre Taulany dengan Natasha Rizky Bikin Desta Marah? Simak Klarifikasinya
Desta lahir di Surakarta pada 15 Maret 1977 dari pasangan Prakosa Hadiwijaya dan Tia Prakosa. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 68 Jakarta, di mana minatnya terhadap musik mulai tumbuh.
Bersama teman-temannya, ia membentuk band bernama Chapter 69. Setelah lulus SMA, Desta melanjutkan pendidikan ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ), kampus seni yang banyak melahirkan seniman, aktor, dan kreator besar di Indonesia.
Di IKJ, jiwa kreatif Desta dikembangkan. Ia ikut mendirikan band Clubeighties, yang kemudian melambungkan namanya di industri musik tanah air pada awal 2000-an.
Latar pendidikan seni yang dimilikinya memengaruhi kreativitas Desta dalam bermusik, humor, dan karya hiburan lainnya seperti yang bisa disaksikan dalam berbagai program televisi.
Desta juga dikenal adaptif. Dari dunia musik, ia merambah ke dunia siar dan televisi, hingga menjadi presenter populer bersama Vincent Rompies dalam Tonight Show. Kini, mereka berdua aktif mengelola kanal YouTube VINDES, yang kerap menghadirkan konten kreatif bernuansa humoris.
Pendidikan Dono
Sementara itu, Wahyu Sardono atau Dono adalah contoh nyata seniman yang berakar kuat pada dunia akademik. Lahir di Klaten pada 30 September 1951, Dono menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Kebon Dalem, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Klaten dan SMA Negeri 3 Surakarta.
Di masa SMA, ia dikenal disiplin dan visioner bahkan menjadi ketua OSIS. Meski awalnya bercita-cita menjadi dokter, Dono justru masuk jurusan IPS dan mulai tertarik pada bidang sosial dan jurnalistik.
Minat tersebut membawanya ke Universitas Indonesia (UI), jurusan Sosiologi. Di sinilah kecerdasan kritis Dono terbentuk.
Ia belajar langsung dari Prof. Selo Soemardjan, tokoh penting dalam ilmu sosial Indonesia. Dono juga menjadi asisten dosen dan aktif menulis karikatur di beberapa surat kabar seperti surat kabar Salemba.
Di masa kuliah inilah, Dono bertemu dengan rekan-rekannya yang kelak membentuk grup legendaris Warkop DKI yakni Rudy Badil, Nanu Mulyono, Kasino, dan Indro. Mereka awalnya mengisi acara radio bertajuk Warung Kopi Prambors, yang kemudian berkembang menjadi grup lawak paling berpengaruh di Indonesia.
Meski sukses besar di dunia hiburan, Dono tidak meninggalkan jalur akademisnya. Ia menyelesaikan program magister di UI dan bahkan sempat mendapat tawaran beasiswa doktoral ke Amerika Serikat.
Tawaran itu ia tolak karena tak ingin meninggalkan Warkop. Skripsinya yang berjudul “Pemerataan Pendidikan di Delanggu” membahas relasi antara status sosial ekonomi dan keberhasilan pendidikan, menunjukkan kedalaman pemikiran sosialnya.
Demikian itu beda pendidikan Desta dan Dono Warkop DKI. Dono mengenyam pendidikan jalur ilmiah, mengolah realitas sosial menjadi satire politik dan kritik yang tajam. Sementara Desta datang dari jalur kreatif seni pertunjukan, menyalurkan ide melalui bentuk hiburan yang lebih modern dan ringan.
Kini Desta dipercaya memerankan Dono di layar lebar, tetapi kritik publik menjadi sorotan dalam perjalanan karirnya. Terlepas dari perdebatan di media sosial, film Warkop DKI Reborn ini juga dinantikan oleh penggemar.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Sirkus Kelas Dunia Hadir di Singapura, Ajak Keluarga Indonesia Liburan Penuh Keajaiban
-
Jadwal Kereta Tambahan Mudik Lebaran 2026, Cek Syarat Pra-Pesan Tiket di Sini!
-
Karakter Orang yang Suka Warna Hijau, Plus Sifat Positif dan Negatifnya
-
Lebih dari Sekadar Barongsai: Deretan Mal Ini Jadi Destinasi Rayakan Imlek Penuh Budaya dan Hiburan
-
5 Lipstik Lokal Anti Luntur hingga 12 Jam, Cocok untuk Berbagai Acara
-
15 Link Download Amplop Lebaran 2026 untuk Anak dan Keponakan
-
25 Contoh Ucapan Selamat Imlek 2026 untuk Keluarga dan Kerabat Dekat
-
Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Sampai Kapan? Cek Infonya di Sini!
-
5 Inspirasi Desain Rumah Minimalis 2 Lantai 6x12 yang Irit Biaya
-
5 Rekomendasi Setrika Uap yang Praktis Atasi Baju Kusut Tanpa Papan Setrika