- Nama-nama gelar seperti Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara mungkin terdengar mirip dan sering membingungkan.
- Keempat gelar tersebut memiliki latar sejarah yang berbeda satu sama lain.
- Berikut ulasan perbedaan antara gelar Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegar.
Gelar Paku Alam I pertama kali disandang oleh Pangeran Notokusumo, yang merupakan putra dari Sultan Hamengku Buwono I dan Raden Ayu Srenggoro..
Sejak awal berdiri, takhta Pakualaman diwariskan secara turun-temurun dan hingga sekarang tetap menjadi bagian penting dari struktur pemerintahan di wilayah DIY.
3. Paku Buwono
Paku Buwono merupakan gelar yang diberikan kepada raja yang memimpin Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Sosok raja pertamanya adalah Raden Mas Proboyoso yang mendapatkan gelar Paku Buwono II.
Berdasarkan Perjanjian Giyanti, Sunan Paku Buwono II berhak memerintah wilayah Mataram dengan pusat pemerintahan yang berkedudukan di Surakarta.
Ketika naik takhta, Paku Buwono II baru berusia 15 tahu dan semasa kepemimpinannya muncul cukup banyak pemberontakan, salah satunya Geger Pecinan.
Hingga kini, gelar tersebut masih dipertahankan. Paku Buwono XIII diketahui wafat pada 2 November 2025, sementara sosok penggantinya secara resmi masih belum diumumkan.
4. Mangkunegara
Gelar Mangkunegara memiliki kedudukan yang mirip dengan Paku Alam. Gelar ini diberikan kepada pemimpin Kadipaten Mangkunegaran yang berada di wilayah Surakarta.
Kadipaten Mangkunegaran berdiri usai Perjanjian Salatiga pada tahun 1757, yang melibatkan Sultan Hamengku Buwono I, Paku Buwono III, VOC, serta Raden Mas Said.
Baca Juga: Viral Momen Mbak Rara Kendalikan Cuaca di Pemakaman Raja Pakubuwono XIII
Isi perjanjian tersebut menetapkan bahwa Raden Mas Said diangkat menjadi Pangeran Miji, yaitu penguasa setingkat raja yang memimpin Mangkunegaran.
Setelah diangkat sebagai pemimpin, Raden Mas Said diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I.
Saat ini, wilayah Kadipaten Mangkunegaran terbagi menjadi empat Kabupaten Anom, yakni Kota Mangkunegaran, Karanganyar, Wonogiri, dan Baturetno.
Masing-masing membawahi desa atau kampung di sekitarnya.
Berita Terkait
-
Justru Setuju, Jokowi Santai Usulan Gelar Pahlawan Soeharto Tuai Protes: Pro-Kontra Biasa
-
Muhammadiyah Tolak Keras Gelar Pahlawan, Gus Mus Ungkit 'Dosa' Soeharto ke Kiai Ponpes
-
Peristirahatan Terakhir Paku Buwono XIII: Prosesi Pemakaman Berlangsung Hikmat
-
Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
Jadwal KRL Solo-Jogja 24 hingga 29 Maret 2026 Seusai Lebaran
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Flek Hitam
-
Mana yang Benar, Pakai Primer Dulu atau Sunscreen Dulu?
-
Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Ini Penjelasannya
-
Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
-
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
-
8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia