- Tongkonan Adat Sang Torayan menjatuhkan sanksi kepada Pandji Pragiwaksono.
- Sang komedian dituntut untuk membayar 48 kerbau, 48 babi, dan uang Rp2 miliar.
- Pandji sendiri memiliki latar belakang pendidikan dan karier mentereng.
Prestasi dan Karier Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono memulai karir sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Jakarta pada 2003. Ia kemudian menjadi pionir stand-up comedy di Indonesia melalui Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV.
Album rap-nya seperti Provocateur (2013) dan film seperti Cek Toko Sebelah (2016) menambah daftar pencapaiannya.
Sosoknya juga dikenal sebagai penulis buku motivasi seperti Nasional.Is.Me (2011) dan aktif dalam kampanye sosial, termasuk isu lingkungan dan hak asasi manusia.
Pandji Pragiwaksono lahir di Singapura. Namun, ia besar di Jakarta dan menyerap budaya Indonesia sepenuhnya.
Pandji sering kali menunjukkan sikap kritis terhadap isu politik dan sosial, seperti kritiknya terhadap pemerintahan Joko Widodo di masa lalu.
Sementara itu, latar belakang pendidikannya di ITB tidak hanya membekalinya dengan keterampilan desain, tapi juga membentuk pemikirannya yang inovatif, yang ia terapkan dalam karir hiburannya.
Kontroversi Denda Adat: 48 Kerbau, 48 Babi, dan Rp2 Miliar
Kontroversi terbaru yang menimpa Pandji bermula dari materi stand-up comedy-nya yang dianggap merendahkan adat Toraja, khususnya ritual pemakaman Rambu Solo yang melibatkan pengorbanan hewan.
Baca Juga: Apa Pekerjaan Pandji Pragiwaksono Sekarang? Dihukum Adat Toraja Bayar 96 Kerbau-Babi dan Rp2 M
Pada 8 November 2025, Tongkonan Adat Sang Torayan, lembaga adat Toraja, menjatuhkan sanksi adat terhadapnya. Sanksi tersebut mencakup 48 ekor kerbau, 48 ekor babi, serta uang tunai sebesar Rp2 miliar.
Menurut ketua adat, Ronny, angka 48 melambangkan tingkatan tertinggi dalam adat Toraja. Sementara uang tersebut bukan sekadar denda, melainkan tanggung jawab moral untuk memulihkan kehormatan adat yang tercemar.
Hewan-hewan itu akan digunakan dalam ritual Ma'sosoran Rengnge, sebuah prosesi pemulihan simbol adat.
Pandji, melalui manajemennya, menyatakan penyesalan dan kesiapan untuk berdialog. Beberapa sumber menyebut sanksi bisa diringankan jika Pandji secara langsung meminta maaf dan berpartisipasi dalam ritual adat.
Kontroversi ini memicu perdebatan luas di media sosial tentang batas humor dan penghormatan terhadap budaya lokal. Bagi Pandji Pragiwaksono, yang sering mengkritik isu sensitif seperti politik dan agama, insiden ini menjadi pelajaran tentang keragaman budaya Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun
-
6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan
-
Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki
-
10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
-
Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri
-
Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
-
5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif