Lifestyle / Komunitas
Selasa, 11 November 2025 | 08:44 WIB
 Lebih dari Sekadar Membaca: Ini 3 'Keajaiban' yang Ditanamkan Pojok Literasi Kak Rara (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Pojok Literasi PIK2 ajak 120 anak belajar dan bermimpi lewat membaca di Pasir Putih.
  • Kegiatan Bulan Bahasa ini menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak lewat literasi.
  • Program CSR PIK2 buka ruang bagi anak-anak desa binaan untuk berimajinasi dan berani bermimpi.

Suara.com - Di era serba digital, ketika layar sering kali menggantikan halaman buku, menghadirkan kembali semangat membaca menjadi tantangan tersendiri. 

Namun di Pasir Putih PIK2, pagi yang cerah pada akhir pekan itu justru dipenuhi tawa anak-anak yang berkumpul bukan untuk bermain gadget, melainkan untuk berimajinasi lewat cerita. 

Di sinilah, kegiatan Pojok Literasi Bersama Kak Rara mengambil peran penting, menghidupkan kembali makna membaca sebagai jendela dunia dan gerbang menuju mimpi.

Dalam rangka Bulan Bahasa, kegiatan bertema “Membaca, Membuka Gerbang Imajinasi” ini diikuti oleh 120 anak dari Desa Muara, Sukawali, hingga Pekayon. 

Mereka datang dengan antusias mengikuti berbagai aktivitas seperti membaca, mewarnai, dan bernyanyi bersama. 

Suasana riuh namun hangat itu dipenuhi keceriaan, di mana setiap coretan warna dan bait lagu menjadi simbol kecil keberanian untuk bermimpi.

“Hari ini kita semua ingin berbagi pengalaman, supaya adik-adik bisa banyak belajar lagi,” ujar Restu Mahesa, Estate Management Director Agung Sedayu Group, yang hadir menyapa anak-anak dengan semangat.

Tiga titik Pojok Literasi menampilkan karya anak-anak, ada yang membaca cerita, menari, dan bernyanyi di depan teman-teman. 

Bagi mereka, berdiri di atas panggung kecil bukan sekadar tampil, melainkan melangkah keluar dari rasa takut, bentuk nyata bahwa literasi juga menumbuhkan rasa percaya diri.

Baca Juga: OJK: Generasi Muda Bisa Bantu Tingkatkan Literasi Keuangan

Kehadiran Kak Tony dan Cihuy menambah semarak suasana. Cerita dan lagu yang mereka bawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati, menyampaikan pesan bahwa setiap anak berhak bahagia, berhak belajar, dan berhak bermimpi.

Keceriaan pun meledak, bukan sekadar karena hadiah, melainkan karena rasa diterima dan disemangati untuk terus belajar. Program Pojok Literasi merupakan bagian dari komitmen kawasan ini di tiga desa binaan. Di sini, literasi dimaknai lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. 

Ia menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, dan keyakinan diri. Melalui membaca, anak-anak diajak mengenal dunia; melalui menulis, mereka belajar meneguhkan harapan.

Dari Pojok Literasi yang sederhana di tepi Pasir Putih ini, lahirlah generasi yang berani bermimpi. Anak-anak yang tahu bahwa satu buku bisa membuka seribu jalan, dan satu cerita bisa menumbuhkan seribu harapan. Karena membaca bukan hanya kegiatan, ia adalah awal dari semua mimpi yang ingin diwujudkan.

Load More