Suara.com - Madu dan sirup maple sering disebut sebagai alternatif yang lebih sehat untuk gula biasa. Apakah benar seperti itu?
Dalam upaya memahami manfaat dan risiko dari pemanis ini, para ahli gizi memberikan pandangan yang berimbang terkait pemakaian madu, sirup maple, dan agave nectar.
Apakah Madu dan Sirup Maple Lebih Sehat?
Melansir Chanel News Asia, dalam dunia kesehatan, penting untuk menyadari bahwa semua pemanis, termasuk madu dan sirup maple, tetap diklasifikasikan sebagai gula tambahan.
Meskipun pasar sering melabeli mereka sebagai pilihan yang "lebih alami" atau "lebih sehat", kenyataannya tidak seperti itu.
Tubuh tak membedakan antara gula yang berasal dari madu atau sirup maple dan gula biasa. Keduanya akhirnya akan terpecah menjadi molekul yang sama, yakni glukosa dan fruktosa.
Menurut dr. Kimber Stanhope, seorang peneliti nutrisi di Universitas California, meskipun madu dan sirup maple memiliki kandungan mineral dan antioksidan tambahan, tapi manfaat tersebut seringkali tidak cukup signifikan untuk mengurangi efek buruk dari konsumsi gula berlebih.
Bahaya Konsumsi Gula Berlebih
Konsumen perlu mewaspadai dampak negatif dari gula tambahan. Ketika gula masuk ke dalam sistem tubuh, ia dapat menyebabkan kadar gula darah cepat naik.
dr. Karen Della Corte, profesor ilmu nutrisi di Brigham Young University, menjelaskan bahwa gula dalam buah dan sayuran diproses dengan cara yang berbeda karena adanya serat.
Serat ini memperlambat pencernaan dan mencegah menampilkan gula darah yang berbahaya.
Baca Juga: Status Pengantin Baru, Amanda Manopo dan Kenny Austin Malah Tunda Bulan Madu
Sementara itu, gula dalam bentuk tambahannya, seperti gula rafinasi dan sirup jagung fruktosa tinggi, cepat masuk ke aliran darah dan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Lebih jauh lagi, konsumsi gula berlebih dapat memicu hati untuk mengubah sebagian gula menjadi lemak, meningkatkan risiko gangguan metabolik.
Fakta Tentang Madu dan Sirup Maple
Beberapa penelitian tentang madu dan sirup maple telah menimbulkan pertanyaan apakah mereka benar-benar pilihan yang lebih baik.
Sebuah penelitian yang didanai oleh industri sirup maple menunjukkan bahwa konsumsi sirup maple dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung.
Namun, dr. Stanhope mengatakan bahwa metodologi analisis tersebut perlu dipertanyakan, karena bisa saja menghasilkan data yang mendukung industri.
Dalam sebuah penelitian kecil tahun 2015, yang juga didanai oleh industri madu, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar glukosa, kolesterol, atau peradangan antara mereka yang mengkonsumsi madu dan mereka yang mengkonsumsi gula biasa.
Hal ini menunjukkan bahwa madu tidak sepenuhnya lebih baik dari gula biasa dalam hal kesehatan.
Penggunaan Pemanis Alami
Jika Anda masih ingin menggunakan pemanis, gunakan dengan bijak. Ketika mendambakan sesuatu yang manis.
Cobalah mengganti gula dengan sumber alami, seperti buah-buahan yang lebih manis secara alami, misalnya buah beri, apel, atau ubi panggang.
Jika Anda memutuskan untuk menambahkan sedikit gula ke dalam diet, berpikir untuk menggunakan sedikit madu sebagai pelengkap pada irisan apel atau menikmati sedikit coklat hitam yang memiliki kadar gula lebih rendah dibandingkan coklat susu.
Meskipun madu dan sirup maple memiliki reputasi sebagai pilihan pemanis yang lebih baik, penelitian menunjukkan bahwa mereka tetap harus diperlakukan sebagai gula tambahan dan dikonsumsi dengan hati-hati.
Kesimpulannya, fokus pada pengurangan total konsumsi gula tambahan akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan hanya mengganti satu jenis gula dengan yang lain.
Makanan utuh dan alami seperti buah-buahan tetap menjadi pilihan yang jauh lebih sehat.
Dengan memahami dampak dari berbagai pemanis, konsumen dapat mengambil keputusan yang lebih bijak bagi kesehatan mereka.
Oleh karena itu, selalu perhatikan asupan gula dalam pola makan Anda dan pilahlah pemanis dengan bijak.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Dari Hangout ke Syuting, Begini Cara Cassandra Lee Pilih Parfum Sesuai Mood
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
Mumpung Belum Terlambat: Bacaan Niat, Syarat, dan Batas Melakukan Qadha Ganti Hutang Puasa Ramadhan
-
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026, Sambung Imlek Sampai Satu Minggu
-
Cheongsam untuk Cowok Namanya Apa? Ini Ciri-ciri Desain dan Warnanya