- Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia semakin pesat, ditandai lonjakan jumlah pelaku usaha dalam beberapa tahun terakhir.
- Kondisi ini membuka peluang besar, namun juga menuntut UMKM kuliner untuk lebih inovatif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan tren.
- Konsistensi kualitas produk dan kreativitas menu menjadi faktor penting agar pelaku usaha dapat bertahan dan tumbuh di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Suara.com - Dalam bisnis kuliner yang terus bergerak cepat, konsistensi kualitas bahan baku menjadi salah satu faktor paling krusial bagi keberlanjutan bisnis.
Chef Jerry Andrean, Juara MasterChef Indonesia Season 7, menegaskan bahwa rasa yang stabil, tekstur yang tepat, dan keandalan hasil olahan adalah pondasi yang menentukan apakah sebuah menu dapat bertahan dan berkembang di pasar.
Tanpa bahan dasar yang konsisten, pelaku usaha akan kesulitan menjaga standar rasa, efisiensi produksi, hingga kepuasan pelanggan—tiga elemen yang kini semakin penting di tengah persaingan F&B yang makin ketat.
Bisnis kuliner memang masih menjadi motor penting bagi perekonomian nasional. Lonjakan jumlah usaha di sektor ini dalam beberapa tahun terakhir menggambarkan betapa dinamis dan besarnya potensi di bidang ini.
Data KADIN menunjukkan terdapat 6,4 juta unit usaha penyedia makanan dan minuman hingga akhir 2024. Sementara itu, data BPS mencatat 4,85 juta usaha kuliner pada 2023—melonjak lebih dari 21% dibandingkan 2016.
Pertumbuhan cepat ini membuka peluang pasar yang luas, namun sekaligus menuntut pelaku usaha untuk semakin adaptif, efisien, dan inovatif demi memenangkan persaingan.
Dalam momentum ekspansi industri tersebut, Dairy Champ kembali berpartisipasi di SIAL Interfood 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis kuliner nasional.
Kehadirannya membawa rangkaian produk kental manis dan susu evaporasi yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mempertahankan konsistensi rasa, mempermudah proses produksi, dan menekan biaya operasional—tiga elemen penting bagi pelaku usaha kuliner untuk terus berkembang.
CEO PT Etika Beverages Indonesia, Airil Haidi Ahmad Rafiae, menegaskan bahwa pertumbuhan industri kuliner harus diimbangi dengan ketersediaan produk yang mampu mendukung inovasi.
Baca Juga: Lafayette Coffee & Eatery: Nongkrong Cantik ala Princess Dubai di Malang!
“Kekuatan kuliner Indonesia terletak pada kreativitas para pelaku usahanya. Dairy Champ hadir untuk memberi solusi, bukan sekadar produk,” ujarnya.
Dalam sesi cooking demo, Chef Jerry memperkenalkan kreasi dessert “Mango Coconut Panna Cotta Juara”—resep yang menggabungkan cita rasa modern dengan efisiensi produksi, sekaligus membuka peluang menu baru bagi kafe, restoran, dan bisnis rumahan.
Chef Jerry Andrean menambahkan bahwa konsistensi kualitas bahan baku memegang peran besar bagi keberlanjutan bisnis kuliner.
“Tekstur creamy, rasa seimbang, dan hasil yang stabil membuat Dairy Champ mudah diolah untuk berbagai kreasi—dessert, minuman, hingga savoury. Untuk pelaku usaha, bahan dasar yang tepat bisa mengubah ide sederhana menjadi peluang bisnis yang nyata,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Arjuno-Welirang Membara! Pendakian Ditutup Total Usai Api Kepung Puncak Kembar 2
-
Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen
-
Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar
-
Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa
-
KNPB Minta Konflik Papua Dimediasi Negara Lain: Indonesia Harus Buka Diri
-
Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?
-
Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon dan Cicilan 24 Bulan di Saturdays, Begini Cara Klaimnya
-
5 Keunggulan Smartwatch yang Tahan Air untuk Aktivitas Harian
-
Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
-
SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius