- Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 11.900 dapur melayani 35,4 juta penerima manfaat.
- Mi Burung Dara berkolaborasi dengan Indonesian Chef Association (ICA) mengawal standar gizi dan keamanan pangan.
- ICA berkomitmen mengerahkan chef profesional untuk mendampingi, melatih juru masak, dan memastikan mutu menu MBG.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan progres masif di seluruh Indonesia, menghadirkan makan bergizi bagi jutaan anak dan ibu hamil. Dengan jangkauan yang kini mencapai lebih dari 11.900 dapur dan melayani 35,4 juta penerima manfaat, keberhasilan MBG tak lepas dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, tenaga profesional, hingga pelaku industri pangan yang memastikan kualitas bahan dan standar penyajian tetap terjaga.
Salah satu dukungan datang dari industri pangan produsen Mi Burung Dara, yang menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) untuk mengawal pemenuhan standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan di dapur-dapur MBG.
Public Relation PT Surya Pratista Hutama (Suprama) selaku produsen Mi Burung Dara, Silvester Yansen Perera, menegaskan bahwa industri memiliki peran penting dalam memastikan rantai pasok pangan tetap stabil, aman, dan sesuai kebutuhan volume besar program nasional ini.
Keseriusan dukungan itu juga terlihat melalui keikutsertaan Mi Burung Dara dalam Rakernas ICA 2025. Dalam forum strategis ini, ICA mempertegas komitmennya mengerahkan chef profesional untuk mendampingi dapur-dapur MBG, melatih juru masak, memastikan teknik pengolahan aman, serta mengawal standar penyajian menu bergizi di seluruh daerah.
Wakil Presiden ICA, Slamet Jarwanto, menegaskan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga jaminan mutu pangan yang aman, higienis, dan bernutrisi setiap hari.
“MBG bukan hanya soal distribusi makanan. Ini menyangkut standar gizi, higienitas, profesionalisme juru masak, serta pengelolaan dapur yang harus konsisten dan terukur. ICA siap memastikan setiap menu yang disajikan aman, higienis, dan bernutrisi bagi anak-anak,” tegasnya.
Rakernas ICA yang berlangsung pada 23–24 November 2025 turut membahas sinergi berkelanjutan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat standar dapur MBG dari hulu ke hilir.
Kegiatan seperti cooking demo, seminar keamanan pangan, hingga pembuatan 53 menu kreasi berbahan dasar Mi Burung Dara semakin memperkaya referensi penyajian menu bergizi seimbang.
Dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, MBG diharapkan dapat terus berkembang menjadi program pangan nasional yang tak hanya masif, tetapi juga terstandar, aman, dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan generasi Indonesia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Usul Menu MBG Telur Ayam Diganti Telur Puyuh, Nutrisinya Lebih Oke Mana?
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama