- Menteri Pertanian menyatakan harga ayam dan telur stabil, menepis isu kenaikan disebabkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pemerintah akan membangun 12 pabrik pakan dan 18 pabrik DOC senilai Rp20 Triliun untuk peternak rakyat.
- Kementerian/lembaga berkolaborasi mengamankan 500 ribu hektare lahan produksi untuk menjamin pasokan bahan baku MBG.
Suara.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga pangan pokok, termasuk ayam dan telur, berada dalam kondisi stabil dan produksi nasional masih surplus.
Pernyataan ini menanggapi isu yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan gejolak harga akibat meningkatnya penyerapan pasokan oleh pemerintah.
Belakangan muncul kekhawatiran bahwa kenaikan harga ayam dan telur di sejumlah daerah dipicu berkurangnya pasokan di masyarakat karena kebutuhan MBG.
Amran menepis isu tersebut dan menyatakan bahwa fluktuasi harga bersifat sementara, bukan dampak langsung dari program.
“Kenaikan harga telur yang sempat terjadi bersifat sementara dan berpotensi segera terkoreksi, apalagi harga DOC (Day Old Chicken/Bibit Anak Ayam-red) telah turun dari Rp14.000 menjadi Rp11.500. Pemerintah juga sedang mengkaji pengaturan HPP (Harga Pokok Produksi) jagung, HAP (Harga Acuan Pemerintah) jagung pakan, serta HAP telur ayam ras agar seluruh ekosistem usaha terlindungi, baik petani, peternak, maupun konsumen,” jelasnya dalam sebuah keterangan.
Amran juga menginstruksikan Satgas Pangan Polri untuk menindak pelaku usaha yang melakukan pelanggaran harga, terutama di 177 kabupaten/kota yang tercatat menjual telur di atas harga acuan.
Bangun Pabrik Pakan dan DOC untuk Perkuat Peternak Rakyat
Pemerintah menyiapkan langkah struktural untuk mendukung peternakan rakyat sebagai pemasok utama protein hewani bagi MBG. Salah satunya melalui pembangunan pabrik pakan dan DOC langsung di wilayah hulu produksi.
“Kami ingin membangun pabrik pakan dan DOC di hulu, agar harga pakan (ternak) dan vaksin nanti stabil bagi peternak rakyat di seluruh Indonesia. Rencananya, akan dibangun 12 pabrik pakan pada tahap pertama ditambah 18 pabrik di tahap kedua, dengan anggaran Rp20 Triliun untuk melayani 3,7 juta peternak rakyat,” ujar Amran.
Baca Juga: Kontroversi 41 Dapur MBG Milik Anak Pejabat di Makassar, Begini Respons Pimpinan BGN
Langkah ini diharapkan menekan biaya produksi, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sinergi Lintas Kementerian untuk Jaga Pasokan MBG
Selain Kementerian Pertanian, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menjalin kemitraan lintas sektor untuk memastikan pasokan bahan baku MBG mencukupi. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN untuk membuka lahan produksi pangan.
“Pemerintah menetapkan lahan seluas 500 ribu hektare (ha) untuk pemenuhan bahan baku MBG. Rinciannya, 200 ribu ha untuk peternakan di Pulau Jawa, kemudian sisanya 300 ribu ha untuk di luar Pulau Jawa. Jadi, jangan sampai terjadi gejolak harga di masyarakat. Untuk itu, kita semua bersatu-padu bagaimana membantu MBG dalam menyiapkan bahan baku," ungkap Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.
Kolaborasi juga melibatkan Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, hingga pihak swasta seperti Danantara.
Perusahaan tersebut menyiapkan pendanaan Rp20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi yang akan mendukung pemenuhan kebutuhan ayam dan telur MBG. Pembangunan dimulai Januari 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas