Suara.com - Nike dan Adidas kini kehilangan 'tajinya' seusai beberapa merek sepatu lokal bangkit dan mulai berinovasi.
Kedua 'raksasa' sepatu dunia tersebut harus bertekuk lutut karena beberapa merek sepatu lokal punya kualitas dan setara dan fitur serupa.
Beberapa merek lokal seperti Ortuseight (Hypersonic), 910 Nineten (Geist Ekiden), dan Mills (Enermax Dynaplate) telah meluncurkan sepatu lari yang menggunakan full carbon-fiber plate di midsole yang setara dengan fitur pada Adidas dan Nike.
Penggunaan foam canggih dengan teknologi tinggi misalnya, Cumulus Foam pada Ortuseight atau Enermax Foam pada Mills menunjukkan bahwa industri lokal mulai berjaya.
Fitur tersebut membuat sepatu sangat ringan, empuk, dan memiliki daya pantul (bounce) tinggi untuk memaksimalkan efisiensi lari dan kenyamanan jangka panjang, setara dengan teknologi bantalan global.
Berikut beberapa rekomendasi sepatu lokal yang menjadi pesaing Nike dan Adidas.
NAH Project Vulcan
NAH Project unggul dalam inovasi bahan dan desain minimalis. Seri Vulcan (atau seri Yarn/Knit lainnya) dikenal karena teknologi Knit (rajutan) yang digunakan pada bagian upper.
Knit Upper ini membuat sepatu sangat ringan, mengikuti kontur kaki seperti kaus kaki (sock-like fit), dan memiliki sirkulasi udara yang luar biasa (breathable).
Fitur ini identik dengan teknologi Flyknit milik Nike atau Primeknit milik Adidas.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
Harga: Sekitar Rp350.000 - Rp550.000
Brodo Sneakers Ace Nova Grey OWS
Brodo membuktikan bahwa sepatu lokal kualitas global tidak harus mahal di segmen lifestyle.
Ace Nova Grey OWS menggabungkan siluet retro runner yang sedang tren dan mirip dengan lini sepatu lari klasik Adidas atau siluet Nike Waffle yang vintage dengan material modern.
Kelebihannya terletak pada kenyamanan out-of-the-box berkat kombinasi Upper Mesh, Semi Suede, dan Faux Leather yang memberikan kesan premium.
Harga: Sekitar Rp479.000 - Rp 659.000
Mills Enermax Dynaplate
Meskipun seringkali diposisikan untuk training, Mills tidak main-main dengan teknologi Enermax Dynaplate.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
-
5 Sepatu Lari dengan Fitur Waterproof Cocok untuk Musim Hujan
-
7 Rekomendasi Sepatu New Balance Diskon 70 Persen di Foot Locker
-
5 Pilihan Sepatu Nongkrong Lokal Sekelas New Balance Ori, Harga Murah Kualitas Dunia
-
7 Rekomendasi Sepatu Senam Wanita Terbaik, Harga Mulai Rp100 Ribuan Aja
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual