Di sisi lain, jerawat jamur disebabkan oleh pertumbuhan ragi yang berlebihan dan biasanya memiliki gejala gatal.
Stres juga dapat memicu timbulnya jerawat, disebut sebagai jerawat stres. Saat mengalami stres, kadar kortisol dan androgen meningkat, yang dapat merangsang produksi sebum.
Namun, jerawat hormonal cenderung bersifat berkala, meningkat menjelang menstruasi, sementara jerawat karena stres lebih banyak terjadi dan dapat hilang seiring masa stres berlalu.
Cara Menangani Jerawat Hormonal
Mengetahui penyebab jerawat hormonal adalah langkah pertama untuk menangani masalah ini. Akhir-akhir ini, banyak wanita menemukan cara untuk mengelola kondisi ini dengan lebih baik.
Di klinik, perawatan seperti medical facial dan pengelupasan kimia dapat membantu mengeksfoliasi kulit dan memperbaiki tekstur kulit.
Terapi laser juga bisa digunakan untuk mengurangi ukuran kelenjar sebaceous dan meminimalkan produksi sebum.
Bagi yang mencari perawatan di rumah, penggunaan produk yang mengandung bahan aktif seperti benzoil peroksida, asam salisilat, dan retinoid dapat membantu meminimalkan peradangan dan merangsang pertumbuhan kulit baru.
Pil kontrasepsi juga dapat menjadi pilihan untuk menyeimbangkan hormon dan mengontrol jerawat.
Baca Juga: 5 Rangkaian Skincare Murah untuk Ibu Rumah Tangga Atasi Flek Hitam, Mulai Rp8 Ribuan
Spironolakton, obat yang biasa digunakan untuk menurunkan tekanan darah, juga efektif dalam mengurangi kadar androgen dan produksi sebum.
Apakah Jerawat Hormonal Akan Hilang?
Sayangnya, jerawat hormonal bisa menjadi masalah jangka panjang bagi sebagian besar wanita.
Menurut Dr. Rachel Ho, hormon adalah salah satu pemicu utama semua jenis jerawat.
Oleh karena itu, wanita mungkin terus berjuang melawan jerawat hormonal selama ada pengaruh hormonal yang mendasarinya.
Namun, ada harapan. Hormon bisa pulih, yang berarti jerawat juga bisa membaik seiring berjalannya waktu.
Bagi wanita yang mengalami gejala perimenopause, perubahan hormonal ini dapat menyebabkan peningkatan frekuensi jerawat.
Namun, perawatan yang tepat dan penanganan medis dapat membantu mengatasi dan mengurangi gejala jerawat hormonal.
Jerawat hormonal adalah tantangan yang nyata bagi banyak wanita, tidak hanya selama masa remaja tetapi juga di usia dewasa.
Fluktuasi hormon akibat berbagai faktor, seperti siklus menstruasi dan kondisi kesehatan, berkontribusi pada munculnya jerawat ini.
Namun, dengan pemahaman yang baik dan perawatan yang tepat, jerawat hormonal dapat dikelola dengan efektif.
Jika Anda mengalami jerawat hormonal, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
-
5 Rangkaian Skincare Murah untuk Ibu Rumah Tangga Atasi Flek Hitam, Mulai Rp8 Ribuan
-
5 Rekomendasi Skincare Pria Terbaik untuk Atasi Flek Hitam, Wajah Auto Bersih!
-
7 Cara Alami Menghilangkan Jerawat dengan Cepat, Ampuh dan Tanpa Efek Samping
-
6 Skincare Lokal Terbaik yang Aman dan Halal, Jadi Andalan Atasi Masalah Kulit
-
10 Rangkaian Skincare Viva untuk Kulit Bruntusan, Ampuh Bikin Wajah Mulus Lagi!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan