Suara.com - Pembahasan tentang hukum mengucapkan selamat Natal dari Muslim kembali ramai setiap bulan Desember. Perbedaan sikap di tengah masyarakat sering memicu perdebatan.
Banyak yang mengaitkan ucapan Selamat Natal dengan toleransi, sementara sebagian lain menilainya sebagai urusan akidah yang tidak boleh dicampuradukkan.
Perbedaan sudut pandang inilah yang membuat topik ini terus relevan untuk dibahas, terutama di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia.
Padahal, persoalan mengucapkan Selamat Natal bukanlah isu baru dalam Islam. Para ulama telah lama membahasnya dan hasilnya memang tidak satu suara. Ada yang mengharamkan, ada pula yang membolehkan dengan batasan tertentu.
Agar tidak salah paham, penting bagi umat Islam untuk memahami bagaimana para ulama memandang persoalan ini, termasuk penjelasan tokoh-tokoh agama dan dasar dalil yang mereka gunakan.
Hukum Mengucapkan Selamat Natal
Dalam saluran YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa polemik tentang ucapan Selamat Natal sering kali muncul karena kesalahan dalam memahami makna toleransi.
Banyak orang mengira toleransi berarti ikut mengafirmasi atau membenarkan keyakinan agama lain, padahal Islam tidak mengajarkan hal tersebut.
Menurut Buya Yahya, dalam Islam ada perbedaan jelas antara hubungan sosial dan urusan akidah.
Baca Juga: Dekorasi Natal Katedral Jakarta Tampil Sederhana, Gunakan Bahan Daur Ulang dan Wastra Nusantara
Menolong tetangga non-Muslim yang sakit, lapar, atau kesusahan bukanlah bentuk toleransi, melainkan kewajiban kemanusiaan. Namun, ketika sudah masuk ke wilayah keyakinan, seorang Muslim tidak boleh dipaksa.
Buya Yahya secara tegas menyampaikan bahwa seorang Muslim tidak boleh dipaksa mengucapkan Selamat Natal, karena ucapan tersebut berkaitan dengan akidah. Ia mengatakan:
"Ucapan Selamat Natal itu masuk wilayah akidah, bukan sekadar sosial. Karena Natal berkaitan dengan keyakinan tentang Nabi Isa yang dalam Islam tidak dianggap sebagai Tuhan," ujar Buya Yahya.
Ia juga menekankan bahwa toleransi yang benar adalah tidak saling memaksa dalam urusan agama.
Sebagaimana umat Islam tidak menuntut umat Nasrani untuk mengucapkan selamat Maulid Nabi, maka umat Islam pun tidak boleh dipaksa mengucapkan Selamat Natal.
Selama umat Islam tidak mengganggu perayaan Natal dan tetap berbuat baik dalam kehidupan sosial, itulah toleransi yang sebenarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Heboh Debat Ucapan Selamat Natal, Habib Jafar Singgung 'Love Language' Hingga Syahadat Ulang
-
Dekorasi Natal Katedral Jakarta Tampil Sederhana, Gunakan Bahan Daur Ulang dan Wastra Nusantara
-
Mendagri dan sejumlah menteri pantau kesiapan ibadah Malam Natal 2025 di Jakarta.
-
Magis Natal di Jantung Jakarta: Kala Bundaran HI Bersolek dalam Lautan Cahaya
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!