Penggunaan kutek atau cat kuku kini menjadi tren yang tak terpisahkan dari rutinitas kecantikan banyak orang. Meskipun kutek dapat memperindah penampilan kuku, penting untuk menyadari bahwa produk ini juga menyimpan berbagai risiko kesehatan.
Dilansir dari Alodokter, bertujuan untuk mengungkap bahaya tersembunyi yang mungkin ada dalam setiap lapisan kutek yang anda aplikasikan.
Bahaya Tersembunyi di Kutek
Banyak kutek di pasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.
Zat-zat ini, meski kadarnya bervariasi, tetap menimbulkan risiko, terutama jika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa bahan berbahaya yang perlu diwaspadai:
1. Formaldehida: Dikenal sebagai bahan pengawet, formaldehida dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan saluran pernapasan. Paparan jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.
2. Toluena: Zat ini dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan mual saat terhirup. Iransinya pada kulit juga bisa menyebabkan reaksi alergi.
3. Phthalates: Bahan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berpotensi meningkatkan masalah kesuburan.
4. Merkuri dan Logam Berat: Dikenal berbahaya bagi kesehatan, logam berat dalam kutek bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, dari gangguan saraf sampai penyakit kronis.
Baca Juga: Makanan Sehat vs Skincare: Mana yang Lebih Bikin Kulit Glow Up?
5. Triphenyl Phosphate: Zat ini dapat berdampak pada sistem saraf dan sangat berbahaya jika terpapar secara berlebihan.
Risiko bagi Ibu Hamil
Penggunaan kutek juga berisiko tinggi bagi ibu hamil. Paparan terhadap bahan beracun dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan dan kelahiran prematur.
Selain itu, janin yang terpapar zat berbahaya dapat mengalami kelainan bawaan dan tumbuh kembang yang terganggu. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan, termasuk kutek.
Dampak Kesehatan dari Penggunaan Kutek
Paparan zat kimia berbahaya di dalam kutek dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan:
1. Gangguan Mata: Penggunaan kutek dapat menyebabkan iritasi, menyebabkan mata merah dan berair.
2. Gangguan Pencernaan: Paparan zat kimia atau tidak sengaja menelan kutek dapat memicu mual, muntah, dan nyeri perut.
3. Gangguan Saluran Kemih: Zat berbahaya dapat mempengaruhi fungsi ginjal, mengakibatkan gejala seperti kesulitan buang air kecil dan pembengkakan.
4. Gangguan Saluran Pernapasan: Jika terhirup, zat kimia dalam kutek bisa menjadi iritan, menyebabkan batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.
5. Gangguan Sistem Saraf: Paparan merkuri dan formaldehida dapat mempengaruhi fungsi saraf, menyebabkan kejang dan kesulitan keseimbangan.
6. Gangguan Jantung: Gejala seperti nyeri dada dan detak jantung tidak teratur juga dapat muncul akibat paparan zat kimia berbahaya.
Cara Mengurangi Risiko
Meskipun tidak dapat sepenuhnya menghindari penggunaan kutek, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko:
1. Pilih Produk dengan Bijak: Carilah kutek yang tidak mengandung bahan berbahaya dan terdaftar di BPOM.
2. Ventilasi Ruangan: Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari paparan zat kimia.
3. Kontak Langsung: Usahakan agar kutek tidak mengenai kulit atau kutikula, karena menghindari kulit dapat menyerap bahan kimia dengan lebih mudah.
4. Cuci Tangan Setelah Menggunakan Kutek: Setelah aplikasi, bersihkan tangan dengan air sabun untuk menghilangkan sisa-sisa bahan kimia.
5. Meniup Kuku saat Mengeringkan: Ini dapat mengakibatkan inhalasi zat kimia yang tidak diinginkan.
Kutek memang mampu memberikan keindahan pada kuku, tetapi risiko kesehatan dari bahan kimia berbahaya tidak boleh diabaikan.
Dengan memilih produk yang aman dan mengikuti langkah-langkah pencegahan, Anda dapat menikmati manfaat kecantikan tanpa mengorbankan kesehatan.
Jika Anda mengalami gejala kesehatan setelah menggunakan kutek, segera konsultasikan kepada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Prioritaskan kesehatan Anda, tanpa mengurangi estetika pada kuku Anda!
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
9 Rekomendasi Menu Sahur untuk Anak Kos, Hemat, Simple, tapi Tetap Sehat
-
Ciri-ciri Lipstik yang Wudhu Friendly dan Cocok Dipakai untuk Tarawih
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi di Indomaret yang Bisa Mencerahkan Badan, Harga Murah
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
-
5 Pasta Gigi Terbaik untuk Gigi Kuning, Bikin Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri
-
Cara Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Lewat Tol, Lengkap Jadwal dan Rutenya
-
Kurang Berapa Jam Lagi Buka Puasa Jogja Hari Ini 21 Februari 2026? Simak Cara Berbuka yang Sehat
-
5 Bedak Wudhu Friendly Tahan hingga 10 Jam untuk Kulit Halus dan Bebas Kilap
-
Jadwal Ngaji Online Bareng Kiai PBNU Selama Ramadan 2026: Ada Gus Mus hingga KH Afifuddin Muhajir