- Cinépolis Cinemas Indonesia meluncurkan Magnify8, teknologi kursi sensorik hasil kolaborasi dengan LUMMA untuk pengalaman menonton baru.
- Magnify8 memiliki delapan titik getaran independen yang tersinkronisasi dengan audio untuk memperkuat suasana film tanpa berlebihan.
- Teknologi ini telah tersedia di tujuh lokasi Indonesia sejak November 2025, menawarkan imersi yang nyaman bagi semua penonton.
Suara.com - Menonton film di bioskop kini memasuki babak baru di Indonesia dengan hadirnya Magnify8, teknologi kursi sensorik terbaru yang dibawa Cinépolis Cinemas Indonesia bekerja sama dengan LUMMA.
Bukan sekadar menghadirkan layar besar dan suara menggelegar, Magnify8 membuat penonton benar-benar merasakan alur cerita melalui getaran halus yang menyatu dengan ritme film, menghadirkan pengalaman menonton yang lebih hidup tanpa terasa berlebihan.
Berbeda dari format sensorik yang sering terasa ekstrem, Magnify8 dirancang untuk menjadi penguat suasana. Kursi ini memiliki delapan titik getaran yang bekerja secara independen dan tersinkronisasi dengan audio film.
Ketika adegan menegangkan muncul, kursi ikut bergetar lembut mengikuti intensitas suara. Saat cerita melambat atau memasuki momen emosional, sensasinya ikut menurun, membuat penonton semakin tenggelam dalam cerita tanpa terganggu oleh efek yang terlalu agresif.
CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, menegaskan bahwa kehadiran Magnify8 merupakan langkah penting dalam evolusi pengalaman menonton di tanah air.
“Cinépolis Cinemas Indonesia sedang mendefinisikan ulang kenyamanan dan imersi melalui kolaborasi menarik dengan LUMMA, membawa kursi Magnify8 ke pasar Indonesia. Ini adalah langkah inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman sinematik para tamu kami,” ujarnya.
Menurut Alejandro, teknologi ini memperkuat komitmen Cinépolis untuk terus menghadirkan format bioskop yang relevan dan bernilai tambah bagi penonton.
Sejak debutnya pada November 2025, Magnify8 telah hadir di tujuh lokasi strategis di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, Serang, Banjarbaru, Malang, Pekanbaru, hingga Sidoarjo.
Kehadirannya membawa standar baru dalam menikmati film, baik film Hollywood berskala besar maupun film lokal. Judul-judul seperti Zootopia 2, Avatar: Fire and Ash, hingga film Indonesia seperti Qorin 2 dan Janur Ireng kini dapat dinikmati dengan dimensi emosi yang lebih dalam berkat teknologi ini.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru dengan Teror, Nonton Film Dusun Mayit Beli 1 Gratis 1 di m.tix
Selain menghadirkan sensasi imersif, Magnify8 juga dirancang agar tetap nyaman untuk semua kalangan. Getaran yang lembut bahkan sering diartikan sebagai sensasi relaksasi, sehingga format ini dapat dinikmati oleh penonton muda, dewasa, hingga orang tua.
Inilah yang membuat Magnify8 tidak lagi menjadi teknologi niche, melainkan peningkatan pengalaman menonton yang inklusif dan dapat dinikmati siapa saja.
Sebastián Franco, Partner dan COO LUMMA, melihat peluncuran Magnify8 di Indonesia sebagai tonggak penting dalam kolaborasi global mereka dengan Cinépolis.
“Kami dengan bangga mengumumkan peluncuran Magnify8 bekerja sama dengan Cinépolis Indonesia di beberapa bioskop unggulan di seluruh Indonesia. Momen penting ini semakin memperkuat kolaborasi jangka panjang kami dengan Cinépolis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini menghasilkan penawaran yang benar-benar unik dengan mengintegrasikan teknologi terbaru, Magnify8 ke lokasi-lokasi ini telah menghasilkan hasil yang mengesankan.
'Penawaran unik ini secara signifikan meningkatkan pengalaman sinematik,” tutur Sebastián.
Dengan hadirnya Magnify8, kursi bioskop tidak lagi sekadar tempat duduk, melainkan bagian dari cerita itu sendiri. Setiap getaran menjadi jembatan antara layar dan emosi penonton, membuat setiap adegan terasa lebih dekat dan nyata.
Di tengah persaingan industri hiburan yang semakin ketat, Cinépolis melalui Magnify8 menawarkan alasan baru untuk kembali ke bioskop, bukan hanya untuk menonton film, tetapi untuk merasakan kisahnya secara utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana