Lifestyle / Female
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:21 WIB
Aurelie Moeremans (Instagram.com/aurelie)
Baca 10 detik
  • Aktris Aurelie Moeremans merilis buku memoar gratis berjudul Broken Strings.
  • Memoar ini berisi pengalaman grooming dan kekerasan seksual yang dialami Aurelie.
  • Meskipun pendidikan formalnya tidak mendalam, Aurelie mahir empat bahasa.

Kemampuan multibahasa ini menjadi aset berharga dalam kariernya, terutama saat berakting di proyek internasional.

Perjalanan karier Aurelie dimulai pada usia 14 tahun ketika ia memenangkan kompetisi model di Bandung. Ia debut di sinetron Hitam Putih meski saat itu belum lancar berbahasa Indonesia.

Sejak itu, Aurelie membintangi berbagai film seperti Jinx (2010), Foxtrot Six (2019), dan Baby Blues (2022), serta serial TV seperti Fortune Cookies (2013–2014) dan Kupilih Cinta (2021–2022).

Tak hanya akting, ia juga menekuni musik dengan merilis album Le gris impérial (2016), EP Christmas Treat (2019), dan single seperti Gema (2019) serta Muncul Terus (2024) bersama Baim.

Kariernya semakin bersinar setelah menikah, meski ia sempat hiatus sementara untuk fokus pada kehidupan pribadi di AS.

Keberanian Menulis Buku Broken Strings

buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans (Instagram.com/aurelie)

 

Terbaru, Aurelie menerbitkan buku memoar berjudul Broken Strings yang dirilis secara gratis.

Buku ini menceritakan pengalaman traumatis Aurelie sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby, yang usianya hampir dua kali lipat darinya.

Isi buku mencakup kisah masa kecilnya di Belgia, pindah ke Indonesia, awal karir di hiburan, hingga hubungan toxic yang melibatkan manipulasi emosional, kekerasan psikologis, dan pelecehan seksual.

Aurelie menggambarkan bagaimana Bobby memanfaatkan ketidakstabilan emosionalnya sebagai remaja baru pindah negara, membuatnya terjerat dalam relasi tidak sehat yang merampas masa mudanya.

Baca Juga: 9 Potret Aurelie Moeremans yang Jadi Korban Grooming Usia 15 Tahun

Judul Broken Strings melambangkan kehilangan masa muda seperti senar gitar yang putus, simbol dari trauma yang ia alami.

Buku ini lahir dari keinginan Aurelie untuk berbagi luka masa lalu guna membantu korban serupa. Setelah rilis, Broken Strings viral di media sosial, menyentuh ribuan pembaca dari berbagai kalangan, termasuk penyintas kekerasan dan anak muda yang merasa terinspirasi.

Namun, Aurelie juga menghadapi ancaman dan fitnah dari orang-orang masa lalunya, termasuk kemungkinan dari pelaku. Di X, banyak pengguna membahas buku ini, seperti postingan yang menyoroti pelajaran hidup dari kisah Aurelie atau tips mengenali pelaku child grooming.

Dampaknya positif, dengan banyak pembaca yang merasa "diselamatkan" oleh cerita ini, meski Aurelie sempat kehilangan ribuan review karena insiden peretasan akun.

Aurelie Moeremans bukan hanya entertainer, tapi juga survivor yang berani bicara. Melalui pendidikan yang terbatas tapi kaya pengalaman, dan buku Broken Strings, ia membuktikan bahwa trauma bisa diubah menjadi kekuatan.

Load More