Lifestyle / Female
Senin, 12 Januari 2026 | 16:57 WIB
kolase Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti (Instagram)

Suara.com - Kronologi pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti yang tidak direstui orang tua kembali menjadi sorotan publik setelah nama Roby Tremonti terseret dalam isu child grooming yang ramai dibicarakan.

Perhatian ini mencuat usai Aurelie merilis buku Broken Strings, yang menceritakan pengalaman pahitnya di masa remaja dalam sebuah relasi yang belakangan ia pahami sebagai hubungan tidak sehat.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, kisah dalam buku tersebut memicu spekulasi luas di kalangan netizen. Banyak yang menyoroti kesamaan usia, waktu kejadian, serta latar belakang hubungan Aurelie di masa lalu.

Dari situ, publik kembali mengingat kisah pernikahan singkat Aurelie dengan Roby yang sejak awal menuai kontroversi.

Hingga kini, kronologi pernikahan Aurelie dan Roby tak direstui orang tua masih kerap diperbincangkan karena adanya perbedaan versi cerita dari kedua belah pihak.

Untuk memahami duduk perkara sebenarnya, penting untuk menelusuri kembali bagaimana perjalanan hubungan tersebut berlangsung. Berikut ulasan lengkapnya.

Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti

Perbedaan usia yang cukup jauh dan kondisi mental yang belum matang menjadi alasan utama orang tua tidak memberikan restu. Untuk lebih jelasnya, simak kronologi berikut:

1. Awal Hubungan dari Cinta Lokasi

Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti pertama kali saling mengenal pada 2009 saat terlibat dalam sebuah proyek syuting.

Baca Juga: Usai Baca Buku Aurelie Moeremans, Feni Rose Ungkap Penyesalan

Kedekatan yang terjalin berkembang menjadi hubungan asmara atau cinta lokasi, meski saat itu usia Aurelie masih sangat belia.

Kondisi tersebut membuat orang tuanya menolak keras hubungan ini dan menilai Aurelie belum siap secara usia maupun mental untuk menjalin hubungan serius.

2. Penolakan Keluarga dan Campur Tangan Lembaga Perlindungan Anak

Ibunda Aurelie disebut sempat meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Komnas Perlindungan Anak karena khawatir terhadap kondisi putrinya. Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, hubungan Aurelie dan Roby tetap berlanjut tanpa restu orang tua.

3. Upaya Mencari Gereja untuk Menikah Diam-Diam

Karena tidak mendapat persetujuan keluarga, Roby disebut berupaya mencari gereja yang bersedia menikahkan mereka tanpa kehadiran orang tua dan tanpa prosedur gereja yang lengkap.

Aurelie mengungkap bahwa Roby mendatangi banyak gereja dan bahkan harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar hingga akhirnya menemukan gereja di Cibinong yang bersedia melangsungkan pernikahan secara agama.

4. Pernikahan Secara Agama Tanpa Pencatatan Sipil

Pada Oktober 2011, Aurelie dan Roby akhirnya menikah secara agama di sebuah gereja di Cibinong, Jawa Barat. Pernikahan tersebut tidak dicatat secara negara dan berlangsung tanpa kehadiran keluarga Aurelie.

Aurelie kemudian menyebut pernikahan itu terasa tidak wajar karena dilakukan tanpa persiapan, tanpa pembekalan, dan tanpa dukungan orang tua.

5. Perjalanan Rumah Tangga yang Singkat

Rumah tangga Aurelie dan Roby hanya bertahan sekitar 15 bulan. Pada Januari 2013, Aurelie memutuskan meninggalkan Roby dan kembali ke orang tuanya.

Sejak saat itu, keduanya menjalani kehidupan masing-masing, sementara kisah pernikahan mereka tetap menyisakan tanda tanya bagi publik.

Dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Bertahun-tahun kemudian, muncul isu yang menyebut Aurelie pernah berstatus janda. Aurelie pun memberikan klarifikasi dengan menunjukkan surat resmi dari pihak gereja yang menyatakan dirinya tidak memiliki ikatan pernikahan atau Status Liber.

Ia menegaskan bahwa pernikahan tersebut tidak sah, sementara Roby tetap bersikeras bahwa mereka pernah menikah secara resmi menurut agama.

Dalam pengakuannya, Aurelie menyebut bahwa pernikahan tersebut tidak sepenuhnya dilakukan atas kehendaknya sendiri.

Ia mengaku berada dalam tekanan dan ancaman, sehingga merasa terpaksa menjalani pernikahan di usia yang masih sangat muda. Kondisi tersebut membuat Aurelie merasa tidak memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

Aurelie juga mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga selama menjalani kehidupan bersama Roby.

Ia menyebut mengalami tekanan mental, pembatasan aktivitas, hingga perlakuan kasar yang berdampak pada kondisi fisik dan psikisnya.

Situasi inilah yang akhirnya mendorong Aurelie untuk memberanikan diri keluar dari pernikahan dan kembali ke keluarganya.

Sementara itu, Roby membantah seluruh tudingan pemaksaan dan kekerasan yang diarahkan kepadanya. Perbedaan versi inilah yang membuat kisah kronologi pernikahan Aurelie dan Roby yang tak direstui orang tua terus menjadi perbincangan hingga kini.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More