- Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2026 atas materi komedi "Mens Rea" yang dianggap pencemaran nama baik.
- Pakar hukum menyatakan materi tersebut tidak dapat dipidana berdasarkan KUHP baru, dan NU/Muhammadiyah resmi membantah pelapor mewakili organisasi mereka.
- Menurut Anda, apakah hal ini layak hingga dilaporkan ke polisi?
Suara.com - Komedi seringkali menjadi cermin paling jujur bagi sebuah masyarakat. Ia bisa menjadi pisau bedah yang menguliti realitas sosial dan politik dengan tajam, meski dibalut gelak tawa.
Namun, di mana batas antara kritik yang membangun dan penghinaan yang melanggar hukum? Pertanyaan ini kembali mengemuka dengan panas setelah special show stand-up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk "Mens Rea" tayang di platform Netflix.
Materi komedi Pandji tanpa sensor itu tidak hanya menuai decak kagum, tetapi juga memicu kontroversi hebat yang berujung pada laporan polisi.
Kasus ini sontak menjadi diskursus nasional tentang kebebasan berekspresi, ruang kritik dalam demokrasi, dan sensitivitas di ranah publik.
IKUTI POLLING
Setelah sepekan kasus ini hangat dibicarakan, bagaimana pendapat Anda? Apakah materi stand up "Mens Rea" Pandji Pragiwaksono layak dilaporkan ke polisi?
Sampaikan pilihan dan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini! Mari berdiskusi dengan sehat dan mencerahkan.
Laporan ke Polisi
Panggung perdebatan memanas pada 8 Januari 2026. Pandji Pragiwaksono secara resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Rizki Abdul Rahman Wahid.
Pelapor, yang mengklaim mewakili Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah, menuduh Pandji melakukan pencemaran nama baik melalui materi dalam "Mens Rea".
Baca Juga: POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Menurut Rizki, beberapa pernyataan Pandji dalam pertunjukannya dianggap merendahkan martabat dan berpotensi memecah belah bangsa.
"Menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik, dan memecah belah bangsa ini. Itu kan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak bangsa, anak Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," ujar Rizki pada Kamis malam, 8 Januari 2026.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Pandji dilaporkan dengan sangkaan melanggar Pasal 300, 301, 242, dan/atau 243 KUHP.
Sindiran Tajam Pandji
Untuk memahami akar masalah, penting untuk melihat langsung materi yang menjadi sorotan dalam "Mens Rea". Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa poin kritik tajam yang dilontarkan Pandji:
1. Gimmick Mengalahkan Substansi
Pandji mengkritik tajam kualitas debat politik Indonesia yang lebih fokus pada pencitraan dan gimmick.
Ia menyinggung citra "gemoy" Presiden Prabowo yang kontras dengan latar belakang militernya, serta menilai kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum optimal.
2. Fenomena 'No Viral, No Justice'
Sindiran paling pedas ditujukan pada sistem hukum. Pandji menyoroti bagaimana keadilan di Indonesia seringkali baru bergerak setelah sebuah kasus menjadi viral di media sosial.
Puncaknya adalah kalimat penutup segmen tersebut: "Berharap kepada siapa? Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita mau memaafkan koruptor, wakil presiden kita… Gibran.”
3. Koalisi Gemuk Lemahkan Demokrasi
Ia juga mengkritik kondisi politik pasca-Pilpres 2024, di mana hampir semua partai politik merapat ke pemerintah. Menurutnya, minimnya oposisi membuat fungsi kontrol (check and balances) menjadi lemah.
4. Kultur Politik Berbasis Popularitas
Pandji menyentil budaya politik, khususnya di Jawa Barat, yang dinilai cenderung memilih pemimpin karena popularitasnya sebagai artis, bukan karena kapasitasnya.
5. Krisis Perumahan
Ia juga membahas isu sosial terkait sulitnya generasi muda memiliki rumah, yang disebabkan oleh praktik properti sebagai instrumen investasi oleh kalangan menengah ke atas.
Menurut Pakar Hukum dan Aktivis
Di tengah panasnya kontroversi, pandangan berbeda datang dari para ahli hukum dan aktivis kebebasan berekspresi. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Mahfud MD, menilai materi "Mens Rea" tidak dapat dipidana.
Alasannya terletak pada implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, yang berlaku efektif sejak 2 Januari 2026.
“Kalau itu dianggap menghina (Wakil Presiden Gibran Rakabuming) khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini tidak bisa dihukum. Tidak bisa dihukum karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2 Januari,” kata Mahfud melalui kanal YouTube-nya, Jumat (9/1/2026).
Dukungan serupa datang dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Peneliti ICJR, Nur Ansar, menegaskan bahwa materi Pandji adalah ekspresi yang sah dan dilindungi konstitusi.
"Kritik dalam bentuk satir atau dalam balutan seni lainnya dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi negara, sebagai bagian kebebasan berekspresi," kata Nur Ansar pada 9 Januari 2026.
Klarifikasi NU dan Muhammadiyah
Fakta krusial lainnya terungkap ketika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah angkat bicara.
Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu secara tegas menyatakan bahwa "Angkatan Muda NU" dan "Aliansi Muda Muhammadiyah" yang melaporkan Pandji bukanlah organisasi resmi atau badan otonom di bawah naungan mereka.
Klarifikasi ini mengubah peta perdebatan, menunjukkan bahwa laporan tersebut kemungkinan besar merupakan inisiatif kelompok atau individu, bukan representasi sikap resmi dari komunitas besar NU dan Muhammadiyah.
Batas Kritik dan Kesehatan Demokrasi
Kasus Pandji Pragiwaksono menjadi preseden penting bagi iklim demokrasi di Indonesia. Ia memaksa kita untuk kembali bertanya: Sejauh mana seni, khususnya komedi, dapat digunakan sebagai alat kritik tanpa terjerat pasal-pasal karet?
Di satu sisi, ada pihak yang merasa pejabat publik dan simbol negara perlu dilindungi dari ucapan yang dianggap merendahkan. Di sisi lain, ada argumen kuat bahwa dalam demokrasi yang sehat, kritik—sekalipun disampaikan dengan cara yang provokatif dan menyindir—adalah vitamin yang menjaga agar kekuasaan tidak absolut.
Pada akhirnya, publik akan menjadi juri utama. Apakah "Mens Rea" adalah sebuah karya seni kritis yang diperlukan, atau sebuah lawakan yang kebablasan? Waktu dan proses hukum yang akan menjawabnya.
Berita Terkait
-
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
-
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
-
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
-
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
-
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
7 Lem Sepatu Sandal yang Kuat dan Tahan Air, Solusi Antijebol Tanpa Perlu Dijahit
-
5 Sampo untuk Rambut Tipis, Bikin Rambut Lebih Tebal dan Tidak Lepek
-
Viral Memoar Broken Strings Aurelie Moeremans, Apa Itu Grooming dan Bagaimana Cara Mendeteksinya?
-
Biodata dan Agama Edo Borne, Suami Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik di 2026, Sensasi Jutaan Harga Ramah UMR
-
Moisturizer Apa yang Bikin Cerah? Ini 7 Pilihan Terbaik buat Wajah Kamu
-
Bikin Pembaca Kesal, Siapa Sosok Kelly di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans?
-
7 Sandal Pijat Kesehatan untuk Orang Tua, Mulai Rp20 Ribuan Bisa Lancarkan Aliran Darah
-
Mahfud MD Jamin Lolos, Kenapa Stand Up Mens Rea Pandji Pragiwaksono Sulit Dijerat KUHP Baru?
-
4 Essence Lokal Mirip SK-II Versi Lebih Murah, Anti Aging Agar Kulit Halus dan Kencang