Ia juga mengklaim memiliki bukti pendukung, mulai dari foto prosesi pernikahan di altar gereja, akta pernikahan Katolik, hingga dokumen Testimonium Matrimonii yang diterbitkan setelah prosesi berlangsung.
Roby menegaskan bahwa pernikahan tersebut sah secara agama dan gereja. Ia juga membantah isu bahwa Aurelie masih di bawah umur saat menikah. Menurut Roby, pernikahan tersebut tidak bermaksud untuk dipublikasikan dan baru ia klarifikasi karena isu tersebut terus beredar di masyarakat.
Berbeda dengan Roby, Aurelie Moeremans justru menyampaikan bantahan keras dan konsisten sejak beberapa tahun lalu.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menikah dengan Roby Tremonti, baik secara agama maupun secara hukum negara.
Aurelie menyebut bahwa selama bertahun-tahun ia kerap disebut sebagai janda oleh media, padahal status tersebut tidak pernah benar.
Ia mengaku memilih diam cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka klarifikasi demi meluruskan informasi yang dianggap merugikan dirinya.
Sebagai bukti, Aurelie menunjukkan dokumen Status Liber, yaitu surat resmi Gereja Katolik yang menyatakan seseorang tidak terikat pernikahan sebelumnya.
Selain itu, ia juga memperlihatkan surat izin untuk merayakan perkawinan, yang menjadi dasar sah pernikahannya dengan Tyler Bigenho, suaminya saat ini.
Menurut Aurelie, aturan Gereja Katolik sangat jelas, di mana pernikahan hanya diperbolehkan satu kali seumur hidup. Jika ia benar pernah menikah secara sah sebelumnya, maka ia tidak mungkin mendapatkan izin untuk menikah kembali secara Katolik.
Baca Juga: Ramai Kasus Aurelie Moeremans, Bagaimana Tata Cara Menikah di Gereja Katolik?
Ia juga mengungkap bahwa dirinya pernah berkonsultasi dengan seorang pastor, yang menyatakan bahwa dokumen pernikahan yang pernah beredar tidak sah secara kanonik.
Hingga kini, perbedaan klaim antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Gereja Katolik.
Publik pun masih menunggu kejelasan apakah pernikahan yang diklaim terjadi pada 2011 tersebut benar-benar memenuhi syarat gereja atau hanya seremoni yang tidak mengikat secara kanonik.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta
-
Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan
-
Bulan Juni 2026 Ada Berapa Tanggal Merah? Cek Jadwal Libur dan Cuti Bersama
-
Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan
-
30 Ucapan Hari Waisak 2026 Singkat Penuh Makna, Lengkap Link Twibbon dan Poster Siap Pakai
-
3 Shio Paling Beruntung Selama 1-7 Juni 2026, Hidup Diprediksi akan Lebih Baik
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna