- Hubungan toxic bisa menguras emosi tanpa disadari.
- Ada delapan tanda utama yang menunjukkan hubungan sudah tidak sehat.
- Berikut cara aman keluar dari hubungan toxic tanpa melukai diri sendiri.
Suara.com - Hubungan yang sehat seharusnya membuat kedua pihak merasa aman, didukung, dan berkembang bersama. Meski konflik adalah hal yang wajar, hubungan yang sehat tetap diwarnai komunikasi terbuka serta rasa saling menghargai. Sayangnya, tidak semua hubungan berjalan dengan cara tersebut. Banyak orang terjebak dalam hubungan toxic tanpa benar-benar menyadarinya.
Hubungan toxic atau toxic relationship adalah hubungan yang secara konsisten menguras energi emosional, mental, bahkan fisik. Setelah menghabiskan waktu bersama pasangan, perasaan lelah, cemas, atau tidak bahagia sering muncul. Kondisi ini kerap menjadi tanda awal bahwa ada sesuatu yang tidak sehat dalam hubungan yang dijalani.
Tanda-Tanda Hubungan Toxic yang Perlu Diwaspadai
Melansir dari laman healthline, salah satu ciri utama hubungan toxic adalah kurangnya dukungan emosional. Dalam hubungan yang sehat, pasangan saling mendorong satu sama lain untuk berkembang dan meraih kesuksesan. Sebaliknya, dalam hubungan toxic, pencapaian sering dianggap sebagai ancaman dan berubah menjadi ajang persaingan yang tidak sehat.
Komunikasi yang buruk juga menjadi tanda yang jelas. Percakapan penuh dengan sindiran, kritik tajam, dan nada merendahkan. Alih-alih merasa didengar, seseorang justru merasa diserang atau diremehkan, hingga akhirnya memilih diam atau menghindari pembicaraan demi mencegah konflik.
Rasa cemburu dan iri berlebihan juga dapat merusak hubungan. Jika pasangan terus mencurigai, memeriksa, atau membatasi aktivitas sehari-hari, hal ini bukan lagi bentuk perhatian, melainkan tanda kontrol yang berlebihan dan berpotensi berbahaya.
Tanda lainnya adalah perilaku mengontrol, seperti menuntut laporan keberadaan, marah ketika pesan tidak segera dibalas, atau memantau pergaulan pasangan. Perilaku ini sering dibungkus dengan dalih kepedulian, padahal mencerminkan kurangnya kepercayaan.
Hubungan toxic juga ditandai oleh penumpukan rasa kesal dan dendam. Masalah tidak dibicarakan secara terbuka karena takut memicu pertengkaran. Akibatnya, jarak emosional semakin melebar dan hubungan terasa dingin.
Ketidakjujuran kerap menjadi pola. Kebohongan kecil muncul demi menghindari konflik atau reaksi pasangan yang berlebihan. Jika kejujuran terasa berisiko, hubungan tersebut sudah berada dalam kondisi tidak sehat.
Baca Juga: 9 Cara Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat, Jangan Terjebak Toxic Relationship!
Selain itu, stres berkepanjangan, hilangnya waktu untuk diri sendiri, menjauh dari teman dan keluarga, serta menurunnya kebiasaan merawat diri merupakan sinyal kuat bahwa hubungan tersebut berdampak negatif terhadap kesejahteraan.
Perbedaan Hubungan Toxic dan Hubungan Abusif
Masih melansir dari laman yang sama, tidak semua hubungan toxic bersifat abusif, tetapi hubungan abusif hampir selalu toxic. Hubungan abusif ditandai dengan keinginan untuk menguasai dan mengontrol pasangan, baik secara emosional, verbal, finansial, maupun fisik.
Ciri hubungan abusif meliputi penghinaan, gaslighting yang membuat seseorang meragukan perasaan dan ingatannya sendiri, ancaman, isolasi sosial, pembatasan keuangan, hingga kekerasan fisik. Jika keselamatan mulai terancam, hubungan tersebut tidak lagi bisa diperbaiki dan perlu segera ditinggalkan.
Apakah Hubungan Toxic Bisa Diperbaiki?
Hubungan toxic masih memiliki peluang untuk diperbaiki jika kedua pihak sama-sama menyadari masalah dan bersedia berubah. Tanggung jawab perlu diakui bersama tanpa saling menyalahkan.
Berita Terkait
-
9 Cara Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat, Jangan Terjebak Toxic Relationship!
-
Apa itu Backburner? Ini 5 Cara Agar Kamu Tidak Jadi 'Cadangan' Pacar
-
Pacar Suka Bicara Kasar Tanda Komunikasi Buruk? Kenali 8 Ciri Hubungan Tidak Sehat yang Harus Diakhiri
-
4 Zodiak yang Tak Ragu Putus Cinta Saat Pasangan Mulai Toxic: Si Kembar Gemini Termasuk?
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia
-
Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah
-
Belajar dari Bear di Film Obsession: Keinginan yang Tak Pernah Terpuaskan
-
Polri Pastikan Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli
-
BGN Era Dadan Nunggak Utang Rp1,6 Triliun Selama Tahun 2025, Waka BGN Minta Maaf
-
Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang
-
Diangkat dari Kisah Nyata Viral, Baby Udon Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Selangkah Menuju Juara, Lionel Messi Ungkap Perjuangan Berat Argentina
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 4 Rekomendasi Lokalnya