Suara.com - Tren sepatu sneakers terus berkembang mengikuti dinamika dan teknologi terbaru. Dari Adidas, dua seri yang populer saat ini, Munchen atau Muenchen dan Samba, banyak dibandingkan. Lalu sebenarnya sepatu Adidas Munchen dan Samba bedanya apa?
Sebenarnya jika dilihat secara langsung, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Seri Adidas Samba dirilis sebagai salah satu ikon sepak bola indoor yang memiliki desain khas serta struktur yang spesifik.
Sementara itu, Adidas Munchen justru bagian dari seri City Series. Seri ini memiliki desain yang lebih ‘gemuk’ dengan banyak panel suede atau kulit di sepatunya. Masing-masing menawarkan nuansa retro yang berbeda, namun jelas dengan kualitas yang teruji dari Adidas.
Bagaimana Jika Dilihat dari Segi Fungsi?
Jika dilihat dari segi fungsi, Adidas Samba awalnya diciptakan untuk kebutuhan sepak bola indoor atau latihan di lapangan es. Sepatu ini identik dengan kesan yang sporty dan dinamis, sehingga memiliki siluet yang lebih tajam.
Samba dirancang sedemikian rupa untuk memberikan traksi dan kontrol di permukaan yang licin seperti di lapangan futsal. Namun kemudian sepatu ini beralih menjadi sepatu gaya hidup yang justru populer digunakan pada kegiatan sehari-hari dan olahraga ringan.
Bagaimana dengan Munchen?
Seri Munchen, di sisi lain, merupakan sepatu yang sejak awal diciptakan ditujukan sebagai pelengkap lifestyle. Sepatu ini memadukan gaya retro dengan kenyamanan modern untuk aktivitas harian, dengan material suede premium dan sol karet tahan lama.
Lapisan dalamnya lembut untuk menunjang kenyamanan jangka panjang, dengan fungsi untuk sepatu harian yang versatile untuk berbagai kegiatan Anda.
Model Adidas Samba vs Munchen
Seperti sudah disinggung di bagian awal tadi, Adidas Samba berangkat dari kebutuhan akan sepatu yang bisa diandalkan untuk latihan sepak bola di dalam ruangan. Siluetnya low-profile dan ramping, dengan desain T-Toe di bagian depan yang khas.
Baca Juga: 6 Merk Kaos Lokal Selevel Adidas-Uniqlo, Bahan Nyaman Rp 50 Ribuan Keren Buat Nongkrong
Samba juga memiliki ciri lain yakni sol karet gum yang tipis namun memberikan traksi yang optimal untuk lapangan licin, sehingga dapat menunjang kegiatan latihan yang diperlukan.
Di sisi lain, seri Munchen memiliki bentuk yang lebih chunky dibandingkan dengan Samba. Desainnya fokus pada nuansa retro tahun ‘80-an yang unik, dengan upper yang menutupi seluruh bagian depan.
Tidak ada T-Toe pada model Munchen, namun material suede digunakan di bagian upper secara menyeluruh atau dikombinasikan dengan kulit. Hasilnya adalah kesan yang lebih santai, elegan, namun terasa vintage saat digunakan.
Kisaran Harga Masing-Masing Model
Untuk harga sendiri, masing-masing model memiliki range yang berbeda-beda.
Pada Adidas Samba OG misalnya, harga di pasaran bisa ditemukan mulai dari Rp1,100,000 hingga lebih dari Rp3,000,000-an tergantung dengan varian yang Anda cari. Pada kondisi bekas, harganya jelas akan jauh lebih terjangkau.
Pada model Munchen, harga yang ditemukan mulai dari Rp1,300,000-an hingga lebih dari Rp3,000,000-an tergantung dengan model dan varian yang ditawarkan. Masing-masing memiliki kelebihan dan keunikan, sehingga tidak dapat disamaratakan mana yang lebih baik.
Berita Terkait
-
5 Sepatu Jalan Paling Nyaman: Lolos Uji 10.000 Langkah, Kaki Anti Pegal dan Nyeri
-
5 Sepatu Adidas Tanpa Tali untuk Aktivitas Sehari-hari dengan Bantalan Nyaman
-
5 Sepatu Lari Terpopuler di Strava 2025: Desain Menarik, Ada Merek Lokal Murah
-
6 Merk Kaos Lokal Selevel Adidas-Uniqlo, Bahan Nyaman Rp 50 Ribuan Keren Buat Nongkrong
-
5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
FEI SIONG GROUP Buka Gerai Internasional Pertama di Jakarta, Hadirkan Comfort Food Khas Singapura
-
Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara
-
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Catat Tanggal dan Doa yang Bisa Diamalkan
-
Kapan Libur Lebaran PNS 2026? Ini Aturan Menurut SKB 3 Menteri dan Jadwal WFA
-
7 Baju Koko Alisan untuk Tampil Gagah dan Nyaman bagi Pria saat Lebaran 2026
-
8 Rekomendasi Baju Lebaran Wanita Brand Lokal, dari Elegan Hingga Minimalis
-
Link Daftar Iktikaf di Masjid Istiqlal Sudah Dibuka, Kuota Terbatas Cuma 400 Orang
-
Mengenal Tokoh Umma di Nussa Rara, Ternyata Terinspirasi Selingkuhan sang Founder?
-
Siapa Pemilik Mirae Asset? Diduga Untung Triliunan Usai Goreng Saham BEBS
-
Bacaan Doa Allahumma Innaka Afuwwun di Malam Lailatul Qadar dan Maknanya