Lifestyle / Male
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:50 WIB
Brooklyn Beckham (Instagram/brooklynpeltzbeckham)

Suara.com - Hubungan hangat yang selama ini dilihat dunia antara Brooklyn Beckham dan orang tuanya, David Beckham dan Victoria Beckham, tiba-tiba berubah menjadi salah satu drama keluarga selebritas paling ramai dibicarakan.

Di balik kemewahan dan sorotan kamera, putra sulung Beckham itu akhirnya memilih buka suara melalui media sosial, dan tidak sekadar klarifikasi ringan, tetapi sebuah serangan langsung dengan pernyataan tegas bahwa ia tidak ingin berdamai. Ini memicu spekulasi, dukungan, dan kritik di media internasional.

Apa yang Brooklyn Sampaikan: Tuduhan dan Penolakan Berdamai

Dalam serangkaian posting di Instagram Story, Brooklyn Beckham menjelaskan mengapa ia merasa perlu berbicara secara terbuka setelah selama bertahun-tahun berusaha menjaga masalah keluarga tetap privat.

1. Menolak Perdamaian: “Saya Tidak Ingin Berdamai”

Brooklyn secara eksplisit mengatakan bahwa ia tidak ingin berdamai dengan keluarganya, termasuk David dan Victoria Beckham.

Ia menyatakan bahwa ia berdiri untuk dirinya sendiri untuk pertama kalinya dalam hidupnya dan merasa perlu membeberkan apa yang ia anggap sebagai kebenaran setelah berbagai laporan media yang menurutnya tidak akurat.

2. Tuduhan Kontrol dan Manipulasi Media

Brooklyn menuduh orang tuanya telah mengontrol narasi media tentang keluarganya selama bertahun-tahun dan menggunakan pencitraan publik atau “Brand Beckham” untuk menjaga citra mereka sendiri, sesuatu yang ia klaim mengorbankan hubungan pribadi yang sebenarnya.

Baca Juga: Kronologi Perseteruan Brooklyn Beckham dengan Victoria dan David Beckham yang Memanas

3. Konflik Seputar Pernikahan dan Hubungan

Bagian paling tajam dari pernyataannya berkaitan dengan hubungannya bersama istri, Nicola Peltz Beckham:

  • Ia mengatakan orang tuanya telah mencoba mengganggu hubungannya jauh sebelum pernikahan mereka.
  • Ia mengklaim bahwa pada hari pernikahan, ibunya mengganggu momen pertama yang direncanakan bersama istrinya yang membuatnya merasa “tidak nyaman dan dipermalukan”.
  • Ia juga menyebut tekanan agar menandatangani hak atas namanya sebelum menikah, yang menurutnya berdampak pada hubungan mereka setelah itu.

4. Dampak Emosional & Keinginannya untuk Damai Pribadi

Brooklyn menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa setelah ia memutuskan untuk menjauh dari hubungan keluarga yang dipenuhi dinamika tersebut, kecemasan yang selama ini ia rasakan lenyap. Ia ingin membangun kehidupan yang fokus pada kedamaian, privasi, dan kebahagiaan keluarganya sendiri tanpa dikontrol oleh citra publik atau manipulasi media.

Reaksi Publik dan Spekulasi Media

Sejauh ini, hingga laporan ini dirangkum:

Load More