- Beasiswa LPDP 2026 menetapkan IPK minimal 3.00 untuk Magister dan 3.25 untuk Doktor bagi program reguler.
- Terdapat pengecualian IPK lebih rendah (2.50-3.00) pada skema Afirmasi dan beberapa bidang studi tertentu.
- Pendaftar wajib melampirkan transkrip legalisir serta mengonversi IPK jika merupakan lulusan dari perguruan tinggi luar negeri.
3. Beasiswa Targeted (misalnya Fellowship Dokter Spesialis)
Untuk profesi strategis seperti dokter spesialis, IPK minimal dari jenjang spesialis adalah 3.00. Pendaftar harus menyertakan transkrip nilai asli atau legalisir, serta bukti Surat Tanda Registrasi (STR) aktif.
4. Beasiswa Kolaborasi
Kerja sama dengan mitra seperti BRIN atau kementerian, syarat IPK mengikuti reguler tetapi bisa disesuaikan dengan fokus riset, terutama di bidang STEM.
Bagi lulusan luar negeri, IPK harus dikonversi melalui situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) atau Kementerian Agama.
Jika program magister adalah penelitian tanpa IPK, pendaftar S3 harus melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.
Dokumen Pendukung dan Cara Verifikasi IPK
Untuk membuktikan IPK, pendaftar wajib mengunggah:
- Transkrip nilai asli atau legalisir (maksimal 1MB dalam format PDF).
- Surat Keterangan Lulus (SKL) jika ijazah belum terbit.
- Hasil konversi IPK untuk lulusan luar negeri melalui laman piln.kemdikbud.go.id atau diktis.kemenag.go.id.
Pendaftaran dilakukan online via beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Pastikan semua dokumen sesuai, karena kesalahan verifikasi IPK bisa menggugurkan aplikasi.
Tips Memenuhi Syarat IPK dan Persiapan
Jika IPK Anda mendekati batas minimal, perkuat aplikasi dengan esai kontribusi (1.500-2.000 kata) yang menunjukkan potensi Anda bagi Indonesia.
Baca Juga: Syarat LPDP 2026 Apa Saja? Ini Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan
Sertifikat bahasa seperti TOEFL iBT (minimal 80 untuk S2) atau IELTS (6.5) juga wajib, serta dua surat rekomendasi.
Persiapkan sejak dini, karena seleksi LPDP 2026 dibagi dua tahap: Januari-Februari dan Juni-Juli.
Dengan kuota besar dan fokus STEM, kesempatan lolos lebih terbuka bagi yang memenuhi IPK minimal. Namun, ingat, IPK hanyalah gerbang awal, komitmen kembali ke Tanah Air dan kontribusi nyata menjadi penentu utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Nilai TKA Apakah Menentukan Kelulusan Siswa? Cek Penjelasan Lengkapnya
-
Jenis Lipstik Apa yang Tidak Mudah Luntur? Cek 5 Rekomendasi Terbaiknya
-
Siapa Siti Mawarni? Ini Alasan Kenapa Namanya Viral di Media Sosial
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
5 Rekomendasi Shade Baru Wardah Glasting Liquid Lip: Tahan Lama, Bikin Bibir Terlihat Plumpy
-
Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah
-
5 Rekomendasi Maskara Bening, Bikin Bulu Mata Lentik Alami Tanpa Terlihat Berlebihan
-
7 Day Cream Wardah yang Ampuh Cegah Kulit Keriput dan Flek Hitam
-
7 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla, Wanginya Manis dan Tidak Bikin Pusing
-
5 Rekomendasi Lip Liner Murah Lokal, Bibir Auto Penuh dan Presisi