Lifestyle / Female
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi sampo penghitam rambut usia 50 tahun. (Freepik)

3. BRASOV Shampoo Pewarna Rambut Ammonia Free

BRASOV Shampoo Pewarna Rambut Ammonia Free

Produk ini cukup populer karena sudah terdaftar BPOM dan diformulasikan tanpa ammonia. Selain menghitamkan rambut, sampo ini juga membantu menjaga kesehatan rambut.

Kelebihan:

  • Ammonia free
  • Terdaftar BPOM
  • Menutup uban dengan baik
  • Harga relatif ekonomis

Cocok untuk usia 50 tahun ke atas yang mengutamakan keamanan dan kualitas. Harga sekitar Rp57 ribuan.

4. PSHONE Shampoo Penghitam Rambut Herbal Alami 500 ml

PSHONE Shampoo Penghitam Rambut Herbal Alami 500 ml

Jika Anda mencari produk berukuran besar dan hemat, PSHONE bisa menjadi pilihan. Kandungan herbalnya membantu menghitamkan rambut sekaligus merawat kulit kepala.

Kelebihan:

  • Ukuran besar (500 ml)
  • Kandungan herbal
  • Lebih hemat untuk pemakaian rutin
  • Cocok untuk keluarga

Cocok untuk pemakaian jangka panjang dan rutin di rumah. Harga sekitar Rp54 ribuan.

5. Myiwe Shampoo Penghilang Uban

Myiwe Shampoo Penghilang Uban

Myiwe dikenal sebagai sampo penghitam rambut yang fokus pada penghilangan uban secara bertahap. Hasilnya natural dan rambut tetap terlihat sehat.

Kelebihan:

  • Membantu menyamarkan uban
  • Mudah digunakan
  • Cocok untuk pemakaian rutin
  • Harga terjangkau

Cocok untuk Anda yang ingin perubahan warna rambut secara perlahan dan alami. Harganya sekitar Rp88 ribuan.

Baca Juga: 4 Sampo Mengandung Ginseng untuk Mengembalikan Warna Hitam Rambut, Mulai Rp18 Ribuan

Memiliki rambut hitam dan terlihat segar di usia 50 tahun bukanlah hal yang sulit. Dengan memilih sampo penghitam rambut paling murah dan bagus, Anda bisa menutup uban dengan cara yang praktis, aman, dan hemat biaya.

Produk seperti NYU Henna, Miranda Magic Shampoo, BRASOV, PSHONE, dan Myiwe menawarkan solusi berbeda sesuai kebutuhan rambut dan preferensi Anda. Dengan perawatan yang tepat, rambut hitam alami dan sehat tetap bisa Anda miliki di usia berapa pun.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More