Lifestyle / Komunitas
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi Puasa. (Unsplash/Abdullah Arif)

Sebelum menunaikan puasa Syaban, hendaknya membaca niat dengan lafal sebagai berikut, " Nawaitu shauma syahri sya'bana sunnatan lillahi ta'ala (Saya niat berpuasa di bulan Syaban, sunnah karena Allah Ta'ala)."

Keutamaan Puasa Syaban

Ada satu keutamaan besar dengan menunaikan puasa Syaban, yakni mendapat syafaat Nabi di hari akhir, berkaca karena puasa tersebut sangat dicintai oleh Rasulullah.

Keutamaan tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi al Bantani yang memberikan penjelasan terhadap puasa Syaban dalam karya tulisnya.

"Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat," terang Syekh Nawawi. 

Membaca Al-Quran dan Salawat

Ilustrasi Al Quran. (Pexels)

Berkaca dari keutamaan Syaban sesuai dengan sabda Rasulullah, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Quran dan salawat.

Kitab Madza fi Syaban yang menjadi salah satu rujukan dari ulama Salaf juga menjelaskan bahwa bulan Syaban adalah 'Bulan Para Ahli Quran', menurut penuturan Salamah bin Kuhail.

“Bulan Sya’ban disebut dengan Syahrul Qurra’ (Bulan para Ahli al-Qur’an)”. Hubaib bin Abi Tsabit ketika memasuki bulan Sya’ban berkata bahwa bulan ini adalah bulan para Ahli Quran," bunyi salah satu bagian kitab Salaf tersebut.

Baca Juga: Kapan Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan?

Anjuran salawat di bulan Syaban juga turut dianjurkan menurut pendapat berbagai ulama, termasuk Ibnu Abi Shai Al Yamani. 

Rasulullah telah menjanjikan akan memberikan syafaat yang menjadi rahmat serta kebaikan dari Allah.

“Barang siapa bershalawat kepadaku, maka shalawat tersebut akan sampai kepadaku, dan aku pun memintakan rahmat untuknya dan Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan selain hal tersebut,"  bunyi hadist riwayat Thabrani dalam kitab al-Ausath.

Kontributor : Armand Ilham

Load More