Lifestyle / Komunitas
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:13 WIB
Ilustrasi Malam Nisfu Syaban 2026 (Freepik)

Suara.com - Salah satu momen yang istimewa dalam agama Islam adalah malam Nisfu Syaban, yakni malam pertengahan pada bulan Sya’ban. Pada malam tersebut Allah membukakan pintu pengampunan dan rahmatnya, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, khususnya berdoa.

Hadits Rasulullah saw yang menyatakan,

Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah, “Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni. Adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya"." (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

Karena keutamaannya ini, tentu kita tidak boleh melewatkan malam Nisfu Sya'ban tahun ini begitu saja tanpa melakukan persiapan untuk memaksimalkan ibadah. Banyak yang bertanya-tanya, kapan malam Nisfu Sya'ban tahun ini?

Kapan Malam Nisfu Sya'ban 2026?

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1447 H adalah Selasa 20 Januari 2026, atau mulai malam Selasa, berdasarkan rukyah. Dengan demikian malam pertengahan bulan Sya’ban adalah Senin malam Selasa, tanggal 2 Februari 2026.

Umat Islam dapat mulai melaksanakan rangkaian ibadah Malam Nisfu Sya'ban 2026 pada Senin malam hingga menjelang Maghrib keesokan harinya.

Sementara itu, puncak tanggal Nisfu Sya'ban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Penentuan ini mengikuti aturan kalender Hijriah yang membedakan pergantian hari dengan sistem kalender Masehi.

Perbedaan waktu inilah yang kerap membuat sebagian masyarakat bertanya mengapa Malam Nisfu Sya'ban 2026 terasa lebih cepat satu hari. Dalam tradisi Islam, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam, bukan pada tengah malam. Karena itu, malam tanggal 15 Sya'ban dimulai sejak Maghrib tanggal 14 Sya'ban dan berlangsung hingga sebelum Maghrib tanggal 15 Sya'ban.

Baca Juga: Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa dan Amalan yang Gen Z Wajib Tahu

Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban

Malam Nisfu Sya'ban adalah malam penuh berkah dan ampunan di mana Allah SWT menetapkan takdir tahunan, mengabulkan doa, hingga menghapus dosa (kecuali syirik dan permusuhan).

Malam spesial ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk introspeksi, bertaubat, dan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, zikir, membaca Al-Qur'an (Yasin), dan sedekah sebagai persiapan menyambut Ramadan.

Amalan yang Dianjurkan Dilakukan pada Malam Nisfu Sya'ban

  1. Shalat malam: malam Nisfu Syaban menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak shalat sunah qiyamul lail.

    Beberapa shalat sunah yang dapat dikerjakan adalah shalat Tahajud, yang dilakukan setelah tidur di sepertiga malam terakhir, serta shalat Hajat, yang dikerjakan untuk memohon hajat tertentu kepada Allah. Selain itu, shalat Tasbih juga bisa menjadi pilihan karena memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
  2. Membaca Al-Qur’an: alam Nisfu Syaban dapat diisi dengan membaca dan memahami arti, dan meresapi kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

    Beristighfar dan Berdoa: malam Nisfu Syaban dapat diisi dengan memperbanyak istighfar dan berdoa untuk memohon ampun kepada Allah. Dianjurkan juga untuk membaca Sayyidul Istighfar atau memperbanyak kalimat "Astaghfirullah wa atubu ilaih." Pada malam ini dapat memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, serta umat Islam agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam hidup.

  3. Puasa Sunah di Hari Nisfu Syaban: sebagian ulama menganjurkan puasa sunah pada tanggal 15 Syaban.

    Puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunah pertengahan bulan yang dikenal dengan Ayyamul Bidh yang biasa dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Selain sebagai ibadah tambahan, puasa ini juga menjadi latihan spiritual agar tubuh dan jiwa lebih siap menyambut Ramadhan.

  4. Bersedekah dan Berbuat Baik: selain melakukan ibadah yang bersifat individu, Islam juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan kepada sesama.

    Pada malam Nisfu Sya’ban, beberapa bentuk kebaikan yang bisa dilakukan antara lain bersedekah kepada fakir miskin, memberikan makanan kepada orang lain, membantu orang yang membutuhkan, serta memperbanyak silaturahmi dan memaafkan kesalahan orang lain. Amal ibadah ini tidak hanya membawa keberkahan bagi diri sendiri, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama dan memperbanyak pahala di sisi Allah.

Kontributor : Rizky Melinda

Load More