Lifestyle / Female
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:31 WIB
Ilustrasi kulit keriput (Freepik/freepik)
Baca 10 detik
  • Kulit usia matang lebih tipis sehingga sensitif terhadap bahan kimia keras.

  • Hindari sulfat dan alkohol karena dapat menarik kelembapan alami kulit wajah.

  • Campuran retinol dan AHA/BHA berisiko memicu iritasi ekstrem pada kulit keriput.

Banyak krim malam menggunakan bahan turunan minyak bumi ini untuk mengunci kelembapan.

Sayangnya, minyak mineral membentuk lapisan plastik di atas kulit yang bisa menyumbat pori-pori dan menghalangi nutrisi lain dari rangkaian skincare untuk masuk.

Pemakaian skincare dengan bahan aktif ini bisa membuat kulit tidak bisa bernapas dan gagal menyerap bahan aktif pencerah atau pengencang lainnya.

4. Pewangi dan Pewarna Sintetis

Kandungan parfum dalam skincare juga seringkali menyembunyikan ratusan bahan kimia yang bisa memicu peradangan.

Pada kulit yang sudah menua, peradangan adalah pemicu utama rusaknya kolagen.

Pemakaian skincare dengan kandungan parfum bisa memicu munculnya kemerahan dan dermatitis, yang akhinya mempercepat proses penuaan dini jika diabaikan.

5. Pengawet Pelepas Formaldehida

Bahan seperti DMDM Hydantoin atau Quaternium-15 dalam skincare sering digunakan sebagai pengawet.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas Seharga Motor yang Masih Berjaya di Tahun 2026, Anti Rugi!

Namun, senyawa ini secara bertahap melepaskan formaldehida yang dikenal sebagai karsinogen dan pemicu iritasi hebat pada kulit sensitif.

6. Tabir Surya Kimia Tertentu

Pakai sunscreen sangat wajib untuk mencegah tanda-tanda penuaan.

Namun, beberapa bahan kimia seperti Oxybenzone atau Octyl Methoxycinnamate justru bisa memicu kerusakan radikal bebas saat terpapar sinar matahari, jika semua bahan kimia itu tidak diformulasikan dengan antioksidan yang tepat.

Padahal, radikal bebas adalah penyebab utama hancurnya elastisitas kulit.

Selain menghindari bahan di atas, pemilik kulit keriput juga harus pintar-pintar mencampur bahan aktif kuat dalam skincare.

Load More