Suara.com - Selebgram Lula Lahfah dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) malam, sekitar pukul 19.20 WIB di sebuah apartemen kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kekasih Reza Arap itu meninggal dunia diduga karena sakit. Sebelumnya ia mengeluhkan penyakit yang dideritanya dan diunggah dalam Instagram Story-nya beberapa waktu lalu.
Ia membeberkan bahwa dirinya menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) hingga gerd. Dia juga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Berikut beberapa informasi mengenai ISK yang sempat diderita Lula Lahfah.
Mengenal ISK
ISK atau Infeksi Saluran Kemih adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih mengalami infeksi. Organ tersebut bisa meliputi ginjal, saluran kencing, atau kandung kemih. Namun, sebagian besar infeksi saluran kemih terjadi pada saluran kencing dan kandung kemih.
Berawal dari ginjal, zat sisa di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine. Selanjutnya, urine dialirkan dari ginjal lewat ureter ke kandung kemih. Setelah ditampung di kandung kemih, urine akan dibuang ke luar tubuh melalui saluran yang disebut uretra.
ISK merupakan infeksi bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra. Setelah masuk, bakteri berkembang biak dan menyebar di dalam kandung kemih. Jika kondisi ini tidak ditangani, bakteri dapat menyebabkan infeksi sampai ke ginjal.
Berdasarkan bagian yang terinfeksi, infeksi saluran kemih (ISK) terbagi menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas terjadi pada ginjal dan ureter, sedangkan infeksi yang terjadi pada kandung kemih (cystitis) dan uretra (uretritis), digolongkan ke dalam ISK bawah.
Penyebab ISK
Penyebab infeksi saluran kemih yang paling sering adalah infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini sebenarnya hidup di saluran pencernaan, tetapi bisa keluar bersama tinja lalu masuk ke lubang kencing dan berkembang biak di sana sehingga menyebabkan kandung kemih terinfeksi.
Baca Juga: Keluarga Tolak Visum, Polisi Tak Lanjutkan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah?
Berikut beberapa penyebab umum ISK:
- Bakteri dari area anus masuk ke saluran kemih
- Kurang minum air putih
- Menahan kencing terlalu lama
- Pemakaian pembalut atau celana dalam yang tidak tepat
- Aktivitas seksual: hubungan intim bisa Mendorong bakteri masuk ke uretra, terutama jika tidak buang air kecil setelah berhubungan
- Penyumbatan saluran kemih
- Penggunaan kateter atau alat medis lainnya
- Perubahan hormon (menopause atau kehamilan)
Faktor Risiko ISK
Meski dapat terjadi pada siapa saja, infeksi saluran kemih lebih berisiko terjadi pada orang dengan faktor-faktor di bawah ini:
- Berjenis kelamin wanita
- Tidak menjaga kebersihan area kelamin
- Jarang minum air putih
- Sedang hamil
- Mengalami kelainan pada saluran kemih sejak lahir
- Berhubungan seksual secara aktif atau sering
- Mengalami penyumbatan pada saluran kemih, misalnya akibat batu ginjal atau pembesaran prostat
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita diabetes atau menjalani kemoterapi
- Menggunakan alat kontrasepsi diafragma atau kondom dengan pelumas spermisida
- Mengalami menopause
- Menggunakan kateter urine dalam jangka panjang
- Menjalani tindakan medis atau operasi pada saluran kemih baru-baru ini
Gejala ISK
Gejala infeksi saluran kemih yang umum terjadi antara lain:
- Sulit menahan keinginan untuk buang air kecil
- Sakit saat buang air kecil
- Sensasi seperti terbakar atau panas saat kencing
- Buang air kecil lebih sering, tetapi jumlah urine sedikit-sedikit
- Urine keruh dan berbau sangat menyengat
- Urine merah karena adanya darah
- Nyeri di pinggang, perut, atau panggul
Ketika infeksi telah menyebar sampai ginjal, penderita bisa mengalami gejala-gejala, seperti:
- Demam tinggi (>38°C)
- Mual dan muntah
- Menggigil atau banyak berkeringat pada malam hari
- Lelah dan lemas
- Nyeri di punggung atau selangkangan
- Kulit memerah atau hangat
- Linglung (pada penderita lanjut usia)
- Sakit perut yang parah
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Apakah Ada Kulkas Tanpa Bunga Es? Intip 5 Rekomendasi Produknya Mulai Rp2 Jutaan
-
Apa Itu Whipping Whip Pink? Gas Nitrous Oxide yang Viral, Bukan Sekadar Krim Kocok
-
6 Rekomendasi BB Cream dengan Perlindungan SPF untuk Makeup Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Pressed Powder Mulai Rp50 Ribu: Praktis buat Touch Up, Wajah Halus Bak Filter
-
Kisi-Kisi TKA SD 2026 Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia
-
Apa Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini?
-
Apa yang Bisa Dipakai Gantikan Foundation? Ini 4 Pilihan CC Cream yang Lebih Ringan
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Teh di Indomaret, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Rekomendasi Cushion Non-Comedogenic Terbaik, Dilengkapi SPF 33 hingga 50
-
Sering Bikin Bingung, Apakah Pressed Powder Sama dengan Compact Powder?