- BRIN memperingatkan bahwa air di dasar sinkhole Limapuluh Kota mengandung bakteri dan logam berat berbahaya, tidak layak dikonsumsi.
- Kemunculan sinkhole menandakan bahaya bagi permukiman di atas batugamping, ditandai hilangnya aliran air permukaan secara misterius.
- BRIN menyarankan penerapan teknologi geoteknik seperti *cement grouting* untuk menstabilkan tanah di kawasan rawan bencana tersebut.
Suara.com - Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang runtuhan tanah raksasa di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sempat menggegerkan publik. Namun, di balik kehebohan itu, muncul bahaya tersembunyi yang mengancam kesehatan warga.
Banyak warga yang terlanjur memanfaatkan genangan air di dasar lubang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang mengaitkannya sebagai air ajaib penyembuh penyakit. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membongkar fakta ilmiah yang mengerikan di baliknya.
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, memberikan peringatan keras bahwa air yang terkumpul di dalam sinkhole sangat berisiko tercemar dan tidak layak konsumsi.
Ia menegaskan, air tersebut mengandung bakteri berbahaya dan sejumlah logam berat yang bisa memicu masalah kesehatan serius.
Menurut Adrin, air dalam sinkhole merupakan campuran dari air hujan dan air bawah permukaan yang mengalir melalui rongga-rongga batuan. Proses ini membuatnya rentan membawa berbagai kontaminan berbahaya.
"Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Adrin juga mengingatkan bahwa kemunculan sinkhole itu sendiri merupakan sinyal bahaya bagi permukiman di sekitarnya, terutama yang berdiri di atas lapisan batugamping (limestone).
Salah satu tanda awal yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah hilangnya aliran air di permukaan secara misterius.
"Jika aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi ini perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia
Menanggapi fenomena di Limapuluh Kota, otoritas setempat kini telah melarang warga untuk memanfaatkan air dari lubang tersebut demi keselamatan bersama.
Lebih jauh, Adrin menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Menurutnya, ada teknologi rekayasa geoteknik yang bisa diterapkan untuk menstabilkan tanah di kawasan rawan sinkhole, yaitu cement grouting.
Metode ini bekerja dengan cara menginjeksi atau menyuntikkan material seperti semen, mortar, atau bahan kimia khusus ke dalam rongga-rongga di bawah permukaan tanah.
"Injeksi material grouting menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau dengan cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga. Lalu dilalukan pengecekan efektifitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat," tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan dapat meningkatkan kewaspadaan.
Kajian geologi dan survei geofisika harus menjadi landasan utama dalam perencanaan tata ruang untuk memitigasi risiko bencana geologi di masa depan.
Berita Terkait
-
Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia
-
Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah
-
Lewat BRIN, Bagaimana Indonesia Ikut Menentukan Cara Dunia Baca Ancaman Mikroplastik Laut?
-
Bandingkan Kasus Brigadir J, Roy Suryo Cs Minta Uji Labfor Independen Ijazah Jokowi di UI atau BRIN!
-
BRIN Pastikan Arsinum Aman dan Optimal Penuhi Kebutuhan Air Minum Pengungsi Bencana Sumatera
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli