Suara.com - Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus baru dilaporkan di India. Otoritas setempat mencatat lima orang terkonfirmasi terinfeksi virus ini di wilayah Barasat, Benggala Barat.
Dua kasus awal ditemukan pada tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta, disusul tiga kasus tambahan dalam beberapa hari berikutnya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa ancaman virus Nipah masih nyata, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami cara mencegah terpapar virus Nipah sejak dini.
Untuk melakukan pencegahan maksimal, kenali asal-usul virus Nipah, cara penularannya, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah praktis untuk mencegahnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes dan sumber lainnya.
Mengenal Asal Usul Virus Nipah
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, banyak babi menunjukkan gejala seperti demam, sulit bernapas, dan kejang.
Dari kejadian tersebut, para peneliti menemukan bahwa virus ini berasal dari kelelawar buah yang kemudian menularkannya ke babi, lalu menyebar ke manusia.
Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah. Artinya, virus ini dapat hidup di tubuh kelelawar tanpa membuat hewan tersebut sakit.
Masalah muncul ketika virus berpindah ke hewan lain atau manusia, karena pada inang baru inilah virus bisa menimbulkan penyakit serius.
Perubahan lingkungan juga berperan besar dalam penyebaran virus Nipah. Penebangan hutan membuat habitat alami kelelawar semakin menyempit. Akibatnya, kelelawar berpindah mendekati pemukiman manusia dan area peternakan.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Penting Diketahui
Kondisi inilah yang meningkatkan risiko perpindahan virus dari kelelawar ke hewan ternak, lalu ke manusia.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.
Hewan ternak, terutama babi, termasuk salah satu perantara utama penularan dari kelelawar ke manusia.
Selain itu, virus Nipah juga bisa masuk ke tubuh melalui makanan. Mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi, apalagi jika dimasak kurang matang, dapat meningkatkan risiko penularan. Begitu pula dengan buah-buahan atau bahan makanan yang telah terkontaminasi oleh kelelawar.
Tak hanya dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antar manusia. Penularan ini biasanya terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan pasien, terutama ketika terpapar cairan tubuh seperti air liur.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Setelah terpapar, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Keluhan awal sering kali mirip flu, seperti:
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Terpopuler: Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap, Pilihan Cushion Tahan Keringat
-
4 Shio Paling Hoki 28 April 2026, Keberuntungannya Tak Terbendung
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural