- Superflu H3N2 subclade K telah terdeteksi di delapan provinsi Indonesia.
- Hingga saat ini, belum ada kasus Superflu yang ditemukan di wilayah Jakarta.
- Dinkes DKI tingkatkan kewaspadaan dan siapkan fasilitas kesehatan untuk deteksi dini.
Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta angkat bicara mengenai ancaman penyebaran virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K, atau yang dikenal sebagai Superflu. Meskipun telah terdeteksi di delapan provinsi lain, hingga saat ini belum ada kasus yang ditemukan di wilayah DKI Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa Superflu adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang penyebarannya relatif lebih cepat.
"Virus ini mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia," ujar Ani dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Meskipun penyebarannya masif, ia menambahkan bahwa data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.
"Warga Jakarta harus senantiasa waspada, mengingat mobilitas penduduk yang tinggi setelah masa libur Natal dan Tahun Baru," tutur Ani.
Belum Ditemukan di Jakarta
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 1 Januari 2026, Superflu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025. Virus ini telah tersebar di delapan provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan D.I. Yogyakarta.
"Berdasarkan informasi tersebut, saat ini masih belum ditemukan kasus Superflu di Provinsi DKI Jakarta," tegas Ani.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta telah mengaktifkan fungsi deteksi dini di sejumlah fasilitas kesehatan strategis.
Baca Juga: Waspada Superflu H3N2, Dinkes DKI Imbau Warga Terapkan PHBS
"Kami aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima Puskesmas di tiap kota dan satu RS untuk mendeteksi lebih awal," jelasnya.
Fasilitas kesehatan di seluruh Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran Superflu. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tanda-tanda pneumonia berat, seperti napas cepat dan saturasi oksigen di bawah 92 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!
-
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu
-
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
-
Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
-
Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia