Niat ini menegaskan tujuan puasa yang dilakukan, sehingga membedakan puasa qadha dengan puasa sunnah.
Doa Berbuka Puasa Qadha Ramadan
Saat berbuka, umat Islam dianjurkan membaca doa. Waktu berbuka merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam puasa qadha Ramadan, bacaan doa berbuka pada dasarnya sama dengan doa berbuka puasa lainnya. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu wa qadhaitu ma ‘alayya min siyami Ramadan.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dan aku telah mengqadha puasaku dari Ramadan.”
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa membaca doa saat berbuka sangat dianjurkan agar ibadah puasa semakin sempurna.
Selain itu, terdapat dua bacaan doa berbuka puasa yang diriwayatkan dan sering diamalkan oleh umat Islam:
1. Doa berbuka puasa versi pertama
Baca Juga: Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya:
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.”
2. Doa berbuka puasa versi kedua
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya:
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Keutamaan Membaca Doa Berbuka Puasa Qadha
Membaca doa berbuka puasa qadha Ramadan memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah, menambah keberkahan makanan yang dikonsumsi, serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, doa berbuka juga menjadi sarana memohon ampunan atas kekurangan dalam menjalankan ibadah puasa dan meneguhkan keikhlasan hati.
Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.”
Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha yang Dianjurkan
Para ulama menjelaskan bahwa puasa qadha dapat dilakukan kapan saja sebelum datangnya Ramadan berikutnya, kecuali pada hari-hari yang diharamkan seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Beberapa waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa qadha antara lain sesegera mungkin setelah Ramadan, hari Senin dan Kamis, pertengahan bulan Hijriyah (Ayyamul Bidh), serta bulan Sya’ban bagi yang belum sempat mengqadha.
Demikian itu doa berbuka puasa qadha ramadan yang merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang memiliki utang puasa. Dengan niat yang benar, pelaksanaan yang sesuai tuntunan, serta membaca doa berbuka puasa qadha Ramadan, ibadah ini diharapkan menjadi lebih sempurna dan bernilai pahala besar. Semoga Allah SWT menerima puasa dan doa-doa kita serta memberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban ibadah.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Perkiraannya Menurut Kalender Hijriah Kemenag
-
Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi
-
Puasa Tahun ini Tanggal Berapa? Ini Jadwal Penetapan Bulan Ramadan 2026
-
Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus