- Pemerintah mengidentifikasi tujuh komoditas pangan berisiko tinggi menyebabkan inflasi menjelang Ramadan 2026.
- Tantangan utama bukan stok, melainkan ketimpangan distribusi regional yang harus diatasi dengan intervensi dini.
- Pengendalian harga pangan krusial karena lonjakan berdampak langsung pada daya beli masyarakat menjelang hari besar.
Suara.com - Pemerintah memetakan tujuh komoditas pangan yang dinilai paling berisiko memicu inflasi menjelang bulan Ramadan 2026.
Komoditas tersebut menjadi fokus pengendalian harga dalam beberapa pekan ke depan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan harga pangan kerap terjadi saat permintaan meningkat menjelang Ramadan.
“Ini perlu kita antisipasi lebih awal karena Ramadan tinggal tiga minggu lagi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan paparan Kantor Staf Presiden (KSP), tujuh komoditas yang masuk kategori risiko tinggi adalah beras, cabai rawit, minyak goreng, minyak kita, daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah.
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popi Rufaidah menjelaskan, ketujuh komoditas tersebut memiliki rekam jejak kuat sebagai penyumbang inflasi saat Ramadan dan Lebaran.
“Keempat komoditas dengan risiko sistemik tinggi adalah beras medium, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan jagung tingkat peternak,” kata Popi.
Ia menambahkan, jagung pakan ternak menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan biaya produksi ayam dan telur, dua komoditas protein hewani yang permintaannya melonjak saat Ramadan.
Popi menyebut, tantangan utama saat ini bukan pada stok nasional, melainkan ketimpangan distribusi antarwilayah yang memicu disparitas harga.
Baca Juga: Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
“Stok nasional relatif aman, tapi distribusinya belum merata,” ujarnya.
Untuk itu, pemerintah mendorong intervensi lebih dini berbasis wilayah ekstrem, yakni daerah dengan harga sangat tinggi atau sangat rendah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga.
Tito menegaskan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi menjaga pasokan dan distribusi, terutama di wilayah dengan kendala logistik.
“Kalau distribusinya macet, pasti harga akan naik,” kata Tito.
Selain operasi pasar, pemerintah juga mengandalkan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah di daerah rawan inflasi.
Tito mengingatkan, pengendalian harga pangan menjelang Ramadan menjadi krusial karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
“Kalau harga pangan naik saat Ramadan, dampaknya ke masyarakat akan terasa sekali,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga
-
Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta
-
Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib
-
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa
-
Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!
-
Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi
-
Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?
-
Cara Dapat Cashback Instan Rp150 Ribu di tiket.com Pakai Kartu BRI
-
Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur