Suara.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah. Dalam Islam, Rajab termasuk ke dalam empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk ibadah puasa. Momentum ini sering dimanfaatkan sebagai ajang meningkatkan ketakwaan sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Bagi sebagian umat Islam, bulan Rajab juga menjadi kesempatan untuk menunaikan puasa qadha Ramadan. Kewajiban mengganti puasa Ramadan harus diselesaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Oleh karena itu, menggabungkan puasa sunnah Rajab dengan puasa qadha Ramadan kerap menjadi pilihan yang dinilai lebih praktis dan bernilai ibadah.
Namun, pelaksanaan puasa Rajab sekaligus qadha Ramadan tentu harus didasari pemahaman yang benar, terutama terkait niat dan ketentuan fikihnya. Niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah puasa, karena niat menunjukkan tujuan dan keikhlasan seseorang dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan
Dalam Islam, niat merupakan rukun utama puasa. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah, meskipun seseorang telah menahan lapar dan dahaga seharian penuh. Niat puasa dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar, terutama untuk puasa wajib seperti qadha Ramadan.
Dikutip dari laman Baznas, berikut bacaan niat puasa Rajab sekaligus qadha Ramadan dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Tulisan Latin:
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana ma‘a sunnati Rajabi lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk mengqadha puasa Ramadan sekaligus puasa sunnah Rajab karena Allah Ta‘ala.”
Dalam lafaz tersebut terkandung dua maksud ibadah, yakni menjalankan puasa wajib qadha Ramadan dan sekaligus mengharap pahala puasa sunnah Rajab.
Tata Cara Puasa Rajab dan Qadha Ramadan
Pada dasarnya, tata cara puasa Rajab yang digabung dengan qadha Ramadan sama seperti puasa pada umumnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari atau waktu magrib. Selama berpuasa, seorang Muslim wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
4 Zodiak Masuk Fase Keberuntungan Mulai 15 Maret 2026: Aries hingga Virgo Bersinar
-
5 Varian Nastar Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Cemilan Aman untuk Lebaran
-
30 Ucapan Selamat Idulfitri 2026 Bahasa Inggris, Cocok untuk Caption Medsos
-
6 Shio Paling Beruntung pada 15 Maret 2026, Siap-siap Cuan!
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Ngabuburit Anti-Mainstream: Mandi Bola dan Pentingnya Penuhi Kebutuhan Bermain Bagi Anak Yatim
-
50 Gambar Ucapan Idul Fitri 2026 Gratis, Siap Pakai untuk Story WA atau Instagram
-
Tertinggal Shalat Ied Berjamaah, Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian di Rumah?
-
Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS